Industri otomotif: subsidinya sudah waktunya dicabut Sudah saatnya proteksi terhadap industri otomotif dicabut. diharapkan
deregulasi berguna baik untuk industri otomotif itu sendiri, kepentingan
nasional maupun masyrakat konsumen. |
Kabar akan adanya deregulasi di bidang industri otomotif amat mengembirakan,
industri yang sudah dimulai lebih dari lima belas tahun lalu itu memang sudah
saatnya melepas subisdi-subsidi yang diberikan dalam bentuk proteksi.
Bila kita lihat banyaknya proteksi mobil berseliweran dengan aneka merek - di
jalanan, ini bukan cerminan keberhasilan industri otomotif dalam mengembangkan
produknya. Di sebaliknya malah tercipta pola kehidupan berkendaraan pribadi,
yang dalam skala besar merupakan tindakan konsumtif.
Mobil-mobil pribadi tersebut, kalau dilihat dari kacamata ekonomi, adalah
"barang modal" yang tidak produktif. Dan bila kita akumulasikan nilainya,
betul-betul merupakan pemborosan nasional. Bayangkan, impor komponen produk
otomotif mencapai 1,2 milayar dolar AS per tahun. Suatu kontribusi yang tidak
kecil terhadap defisit transaksi berjalan kita. Bayangkan dengan nilai
ekspornya yang hanya 50 juta dolar AS. Seperti kita ketahui, produk industri
otomotif Indonesia sering sulit menembus pasar internasional karena tak
memenuhi standar kualitas internasional.
Deregulasi yang kini sedang dipersiapkan mudah-mudahan dapat mengatasi semua
aspirasi dari berbagai pihak, baik untuk industri otomotif itu sendiri,
kepentingan nasional, maupun masyarakat konsumen yang selama ini membeli mobil
di negara-negara lain. Deregulasi ini jangan sampai bernasib sama dengan
Pakjun 1991 yang cuma berumur pendek dan terlalu cepat mendapat "revisi".
MARTIN JIMI
Mahasiswa Ekonomi Universitas Tarumanagara
Jakarta.
|