Helikopter yang menakutkan banteng |
Pada 2 Februari 1992, saya berada di Ujungkulon untuk menikmati cagar alam.
Sebelum menyeberang dari Pulau Peucang ke Cidaun, tempat para banteng
Ujungkulon yang terkenal itu, saya bertemu dengan seorang pribumi terkemuka di
dermaga. Orang itu juga menuju Cidaun.
Berapa menit setelah mereka mendaratkan perahu karetnya di Cidaun, saya
mendengar suara berisik dari helikopter yang naik dari tempat itu. Nah, ketika
mendarat, lalu kami dengan semangat mengebun-gebu ingin sampai ke lokasi
banteng berada. Namun, apa yang kami lihat? Ternyata hamparan padang rumput
kosong tanpa seekor banteng ada di sana.
Kami kecewa karena pengusaha pribumi itu mendaratkan helikopternya di lokasi
banteng berada sehingga para banteng itu berlarian menjauhi tempat itu masuk
ke pedalaman. Itu dilakukan pengusaha itu hanya untuk kesenangan pribadi:
memancing ikan.
Saya ingin menanyakan kepada pihak berwenang yang telah memberi izin kepada
helikopter tersebut mendarat di tempat itu. Apakah hal itu dibolehkan? Apakah
tindakan itu tidak merugikan orang-orang lain yang ingin berkunjung ke sana?
Apakah tidak ada tempat lain untuk pendaratan helikopter? Saya mohon
penjelasannya.
AMALIA SHADILY Jalan Maluku No.35
Jakarta 10350
|