Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 53/XXI/29 Februari - 06 Maret 1992
   
Kolom Pembaca

Helikopter yang menakutkan banteng

Pada 2 Februari 1992, saya berada di Ujungkulon untuk menikmati cagar alam.
Sebelum menyeberang dari Pulau Peucang ke Cidaun, tempat para banteng
Ujungkulon yang terkenal itu, saya bertemu dengan seorang pribumi terkemuka di
dermaga. Orang itu juga menuju Cidaun.

Berapa menit setelah mereka mendaratkan perahu karetnya di Cidaun, saya
mendengar suara berisik dari helikopter yang naik dari tempat itu. Nah, ketika
mendarat, lalu kami dengan semangat mengebun-gebu ingin sampai ke lokasi
banteng berada. Namun, apa yang kami lihat? Ternyata hamparan padang rumput
kosong tanpa seekor banteng ada di sana.

Kami kecewa karena pengusaha pribumi itu mendaratkan helikopternya di lokasi
banteng berada sehingga para banteng itu berlarian menjauhi tempat itu masuk
ke pedalaman. Itu dilakukan pengusaha itu hanya untuk kesenangan pribadi:
memancing ikan.

Saya ingin menanyakan kepada pihak berwenang yang telah memberi izin kepada
helikopter tersebut mendarat di tempat itu. Apakah hal itu dibolehkan? Apakah
tindakan itu tidak merugikan orang-orang lain yang ingin berkunjung ke sana?
Apakah tidak ada tempat lain untuk pendaratan helikopter? Saya mohon
penjelasannya.

AMALIA SHADILY Jalan Maluku No.35
Jakarta 10350


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data