Biarkan masyarakat memilih Bila Pemda DKI mempunyai kendaraan lain pengganti becak, sebaiknya dapat
beroperasi bersama Anglingdarma. Sehingga akan terjadi persaingan yang sehat
dan tidak ada monopoli. |
Saya sering melihat Anglingdarma, pengganti becak, keluar masuk jalan kecil
(gang) mengangkut karyawan dari atau ke jalan besar. Atau, mengangkut ibu-ibu
pergi berbelanja ke pasar.
Seharusnya, kita bangga terhadap orang-orang yang mau berinisiatif mengumpulkan
mesin-mesin tua, yang kemudian difungsikan menjadi angkutan yang murah dan aman.
Kreativitas dan usaha mereka mengumpulkan bekas tukang becak, patut dihargai
karena mengurangi pengangguran.
Mereka itu adalah orang-orang kecil, yang bekerja sekadar menyambung hidup
keluarganya. Kalau, dulu, becak dilarang karena tidak manusiawi, diharapkan
Anglingdarma dapat digunakan sebagai pengganti becak.
Kalau Pemda DKI Jakarta mempunyai kendaraan lain, yang dapat digunakan sebagai
pengganti becak, sebaiknya biarkan kendaraan itu beroperasi bersama
Anglingdarma. Biarlah masyarakat yang menilai dan memilihnya sehingga terjadi
persaingan sehat. Janganlah kita selalu melindungi dan memonopoli, itu tidak
mendidik kita menjadi dewasa.
DR.F. PUDYANTO SURODIBROTO
Jalan Mandolin No.12
Jakarta 14250
|