Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXI/18 - 24 Januari 1992
   
Kolom

Dengan beberapa pertanyaan

Kebijakan mengenai larangan beroperasinya Anglingdarma menimbulkan berbagai tanda tanya di masyarakat. Dan sekitar 750 pengemudi telah kehilangan sumber penghidupan.

Mencuatnya nama anglingdarma ke permukaan nasional pada akhir-akhir ini
ternyata bukan sekadar menjadi bahan polemik masyarakat saja, tapi juga
kalangan DPR dan Menteri Rudini ikut berkomentar.

Walaupun berbagai nada sumbang telah ditujukan ke Pema DKI, Gubernur Wiyogo
Atmodarminto tampaknya tidak bergeming seolah-olah kebijakannya itu sudah
benar.

Melihat kebijakan itu, berbagai tanda tanya muncul di masyarakat, antara lain:

1. Mengapa kebijakan yang mengorbankan kepentingan umum itu tidak dikompromikan
lebih dulu?
2. benarkah larangan tersebut hanya semata-mata karena Anglingdarma tidak termasuk
jenis angkutan ke-4 DKI? Bukankah Anglingdarma mirip dengan Toyoko, yang
jalan terus? Atau, karena persaingan bisnis, sehingga modal kecillah yang
harus mengalah?
3. Bukankah harus bersyukur dengan adanya sarana transportasi pengganti becak itu,
yang mana Pemda DKI tidak perlu mengeluarkan dana yang besar?

Dengan kebijakan itu, berati hilanglah sumber kehidupan bagi sekitar 750 pengemudi
Anglingdarma. Seandainya masing-masing memiliki satu istri dan dua anak,
sekitar 2.250 orang yang kehilangan nafkahnya.

SALI NOERCAHYO
Jalan Pademangan IV Gang 3/12
Jakarta 1440


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data