Dokter gigi yang kena aids Seorang dokter gigi meninggal dunia di jakarta, karena penyakit aids. ia
belajar, dan tinggal di jerman. diduga homoseks. kimberly bergalis meninggal
krn terkena hiv dari dokter gigi yg merawatnya |
KIMBERLEY Bergalis, 23 tahun, meninggal karena AIDS di Amerika Serikat, dua
pekan lalu. Ia terjangkit HIV dari dokter gigi yang merawatnya. Bersamaan
dengan berita ini, terdengar kabar seorang dokter gigi di Yogya tertular HIV.
Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Yogyakarta, Dokter Rochyat
Soetarma, membantah keras berita itu. "Tak ada dokter gigi yang terjangkit HIV
di Yogya. Kalau ada, saya pasti diberi tahu," katanya kepada Faried Cahyono
dari TEMPO. Dijelaskan bahwa belum pernah dilakukan tes darah di kalangan
dokter gigi di Yogya.
Kasus dokter gigi yang kena AIDS itu memang ada. Bukan di Yogya, melainkan di
Jakarta. Warga negara Indonesia ini belajar, lulus, dan tinggal di Jerman. Ia
tak berpraktek di Jakarta. Juni lalu ia pulang dengan maksud mengunjungi
ibunya di sini.
Dalam kunjungan itu kondisinya memburuk. Ia dirawat di sebuah rumah sakit di
Jakarta. Data medis: di Jerman dokter berusia sekitar 30 tahun ini sudah
dirawat sebagai pasien AIDS.
Pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi oportunistis. Selain radang paru-paru,
pneumosistis carnii, kuman alat pencernaan telah berkembang biak dan merusak
tubuh karena turunnya kekebalan. Dari pemeriksaan laboratoris terlihat bahwa
virus HIV sudah menyerang otak penderita. Ketika masuk perawatan, penderita
tak sadarkan diri. Harapan hidupnya tipis. Namun, para dokter tetap berusaha
memberikan antibiotik, infus nutrisi, dan obat AZT. Usaha ini berjalan satu
minggu, tapi pada bulan Juni itu penderita meninggal dunia.
Karena pasien dalam keadaan pingsan terus, para dokter tidak bisa melakukan
wawancara. Namun, dari penuturan kawan dekat yang mengantarnya, seorang pria
Jerman, ada kemungkinan, pasien itu seorang homoseks. Kawannya tahu bahwa
dokter gigi ini sudah lama mengidap HIV. Berdasarkan penuturan kawan tadi,
penularan HIV terjadi memang bukan di Indonesia.
Dokter gigi itu dimakamkan di Jakarta. Semua prosedur yang lazim telah
dilakukan oleh dokter yang merawatnya. Antara lain, mengirimkan data medis ke
rumah sakit di Jerman yang sebelumnya merawat si penderita itu.
Jim Supangkat dan Bambang Sujatmoko
|