Emas bersinar di wetar Pt prima lirang mining didirikan atas kerja sama biliton indonesia nv dan pt
prima maluku indah. akan menambang 600 ribu ton bijih per tahun di pu- lau
wetar, maluku selatan. |
PULAU Wetar di Maluku Selatan ternyata kaya emas, perak, dan barit. Kekayaan
itu baru tersiar luas ketika Menteri Partambangan dan Energi Ginandjar
Kartasasmita meninjau usaha penambangannya di sana. Usaha itu dilakukan oleh
Billiton Indonesia NV (milik Belanda), yang berpatungan dengan PT Prima Maluku
Indah (Yusuf Merukh) dalam PT Prima Lirang Mining sejak 1986.
Menurut Presdir Prima Lirang, Ken Meckenny, endapan emas-perak-barit
ditemukan di Pulau Wetar (kawasan Lerokis) baru pada tahun itu. Tapi
diperlukan empat tahun, untuk memastikan bahwa kekayaan itu bisa digarap
secara komersial. Setelah eksplorasi, diperkirakan perut Pulau Wetar
mengandung 2,9 juta ton bijih. Setiap ton bijih berkadar 3,59 gram emas dan
114 gram perak. Selain itu 40% dari setiap ton bijih bisa diperoleh barit,
yakni sejenis bahan baku untuk industri pertambangan minyak.
Mulai tahun ini, Prima Lirang berniat menambang 600.000 ton bijih per tahun.
Dengan demikian, setiap tahun bisa diperoleh sekitar 60.000 troy ons emas,
800.000 troy ons perak dan 130.000 ton barit (satu troy ons sama dengan 31
gram). Hasilnya akan dipasarkan di dalam negeri, sebagian akan diekspor ke
Singapura.
Gerry Mbatemooy, orang pribumi yang menjabat direktur Prima Lirang,
optimistis. "Investasi di Wetar cukup menguntungkan," katanya memastikan.
Biaya produksi, angkutan, sampai dengan proses peleburan di PT Aneka Tambang,
akan menelan ongkos sekitar US$ 170 per troy ons. Sedangkan harga emas dewasa
ini US$ 350 per troy ons. Praktis, investasi US$ 40 juta -- dipinjam dari
perusahaan Shell Belanda dengan bunga 1% di atas SIBOR -- diperkirakan akan
lunas dalam tempo 3-5 tahun saja.
|