Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. //05 - 11 Oktober 1991
   
Bisnis Sepekan

Emas bersinar di wetar

Pt prima lirang mining didirikan atas kerja sama biliton indonesia nv dan pt prima maluku indah. akan menambang 600 ribu ton bijih per tahun di pu- lau wetar, maluku selatan.

PULAU Wetar di Maluku Selatan ternyata kaya emas, perak, dan barit. Kekayaan
itu baru tersiar luas ketika Menteri Partambangan dan Energi Ginandjar
Kartasasmita meninjau usaha penambangannya di sana. Usaha itu dilakukan oleh
Billiton Indonesia NV (milik Belanda), yang berpatungan dengan PT Prima Maluku
Indah (Yusuf Merukh) dalam PT Prima Lirang Mining sejak 1986.

Menurut Presdir Prima Lirang, Ken Meckenny, endapan emas-perak-barit
ditemukan di Pulau Wetar (kawasan Lerokis) baru pada tahun itu. Tapi
diperlukan empat tahun, untuk memastikan bahwa kekayaan itu bisa digarap
secara komersial. Setelah eksplorasi, diperkirakan perut Pulau Wetar
mengandung 2,9 juta ton bijih. Setiap ton bijih berkadar 3,59 gram emas dan
114 gram perak. Selain itu 40% dari setiap ton bijih bisa diperoleh barit,
yakni sejenis bahan baku untuk industri pertambangan minyak.

Mulai tahun ini, Prima Lirang berniat menambang 600.000 ton bijih per tahun.
Dengan demikian, setiap tahun bisa diperoleh sekitar 60.000 troy ons emas,
800.000 troy ons perak dan 130.000 ton barit (satu troy ons sama dengan 31
gram). Hasilnya akan dipasarkan di dalam negeri, sebagian akan diekspor ke
Singapura.

Gerry Mbatemooy, orang pribumi yang menjabat direktur Prima Lirang,
optimistis. "Investasi di Wetar cukup menguntungkan," katanya memastikan.
Biaya produksi, angkutan, sampai dengan proses peleburan di PT Aneka Tambang,
akan menelan ongkos sekitar US$ 170 per troy ons. Sedangkan harga emas dewasa
ini US$ 350 per troy ons. Praktis, investasi US$ 40 juta -- dipinjam dari
perusahaan Shell Belanda dengan bunga 1% di atas SIBOR -- diperkirakan akan
lunas dalam tempo 3-5 tahun saja.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data