Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 21/XXI/20 - 26 Juli 1991
   
Olahraga

Rekor guiness di camlong ?

Sertu marinir fha suyono,43, berenang dari pasir putih ke pantai camlong di pulau madura. ia menem- puh 110 km,43 jam 34 detik tanpa berhenti. diusul- kan masuk ke dalam guiness book of record.

Marinir Suyono, manusia pertama yang berenang antara Jawa dan Madura.
Diusulkan masuk ke dalam Guinness Book of Record.

BERENANG di Pantai Pasirputih, Situbondo, saat matahari pagi mulai
menghangat, boleh Anda coba. Itu sehat dan perlu, apalagi ini kan Visit
Indonesia Year. Tapi, kalau dari Pasirputih berenang-renang sampai ke Pantai
Camplon di Madura -- berjarak sekitar 80 kilometer -- dan pakai acara berenang
malam di laut, serahkan saja urusan gawat itu pada Sersan Satu Marinir F.H.A.
Suyono.

Anggota Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir Karangpilang Surabaya
ini sanggup berenang 43 jam empat menit dan 34 detik untuk sampai di pantai
Kota Sampang di pulau garam Madura. Dan nama bapak empat anak asal Ngawi
berusia 43 tahun ini akan diusulkan masuk Guinness Book of Record.

Suyono berdiri di Pasirputih persis pukul 06.15 hari Selasa pekan lalu.
Memakai peralatan berupa fin, masker, dan snorkel, juara renang
Surabaya-Mojokerto menyusuri Kali Brantas sejauh 60 kilometer ini kelihatan
segar. Enam butir kuning telur ayam baru saja disantapnya. Jamu? "Sama sekali
tidak," katanya tegas. Ia sudah siap lahir batin. Serbuk anti-hiu sudah
dibawa, juga flair untuk membuat kembang api tanda bahaya.

Selama berenang, Suyono dikawal 20 perenang dari Korps Marinir Taifib yang
dibawa dengan empat buah perahu karet, dua di kiri dan dua di kanan. Juara
pertama lomba menyeberangi Selat Madura berjarak tiga setengah kilometer pada
tahun 1978 ini masih dikawal dua perenang di siang hari dan empat perenang di
malam hari, yang bergantian setiap jam. Dengan bendera merah dan lampu senter
tiga volt, perahu-perahu karet tadi memandu perjalanan Suyono. Di udara, heli
jenis Bell dari Satuan Udara Armada Juanda juga dikerahkan mengawal perjalanan
menuju Guinness Book of Record ini.

Tantangan paling berat adalah ombak besar dan arus laut. Arus laut yang
mencapai kecepatan 2 knot atau sekitar 4 kilometer per jam menyeret pria 160
cm dengan berat hanya 47 kilogram itu ke utara. Arus laut ini melebihi
kecepatan renang Suyono yang hanya 1,6 knot. Ombak juga datang
bergulung-gulung, kadang tingginya mencapai dua meter. "Padahal, pasang surut
air, arus laut, dan arah angin sudah kita hitung, tapi alam memang sering
berubah," cerita Suyono pada TEMPO di rumah tempatnya menumpang di
Karangpilang, Senin pekan ini.

Ular laut dan ubur-ubur juga bisa jadi gangguan. Ubur-ubur yang putih
transparan seperti agar-agar itu sangat gatal di kulit Suyono. Ular laut
berbentuk pipih berwarna putih dua kali didapati Suyono. "Ular itu jumpalitan
di depan saya. Untung, tak mengganggu," kata pembina fisik tim Search and
Rescue di Margoredjo Indah Sport Club itu. Perjumpaannya dengan lumba-lumba
mengenaskan. Ikan lumba-lumba itu ikut mengawal Suyono. "Saya lihat ada kail
menancap di mulutnya, saya ingin menolong tapi saya ingat harus konsentrasi
berenang," kata pelatih renang senior di Yon Taifib itu.

Selama perjalanan, Suyono sempat istirahat dengan telentang selama dua menit.
Bahkan, ia bisa tidur dengan mengambang selama tujuh menit di air. "Saya tidak
gelagapan karena pakai masker," ujar anggota Marinir yang pernah berenang tiga
hari tiga malam dalam sebuah operasi militer khusus di tahun 1975 ini. Kalau
lapar, ia tinggal memberi kode dan rekan-rekannya memberinya roti yang diolesi
selai. Ia menghabiskan air putih sembilan botol berukuran 500 mililiter.

Seharusnya, jarak yang ditempuh adalah 82,25 km. Tapi, karena arus laut yang
kuat, Suyono harus menempuh 110 kilometer untuk tiba di Camplong. Kalau
menurut jadwal, Suyono diperkirakan sampai Rabu sore. Anak dan istrinya sudah
diboyong ke sana. Namun, ia baru tiba Kamis dini hari, sekitar pukul 01.15.
Suyono, yang mengenakan celana renang dan singlet cokelat, mendarat 800 meter
lebih jauh dari sasaran.

Rekor Guinness pecah? Menurut Sutadi dari Museum Rekor Indonesia, memang
terjadi pemecahan rekor dunia. Matthew Webb dari Inggris berenang menyeberangi
Selat Dover di Inggris sampai Calais Sand di Prancis pada 1875, mulai pukul
12.56 sampai 10.41 esok harinya. Jarak yang ditempuh Webb, konon, 39 kilometer
lebih pendek dari Suyono. Di dalam negeri, pada Agustus 1983, tiga perenang
klub Primus Surabaya menyeberangi Selat Sunda dari Pasirpanjang ke Merak
sejauh 33 kilometer selama 12 jam 25 menit. Pada 1985, 10 pemuda-pemudi dari
Rinjani Diving Club berenang 26 km selama 9,5 jam melintas Selat Alas antara
Lombok dan Sumbawa. Rekor Suyono memang lebih baik.

Imam Marsudi dan Kristantono dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI)
Surabaya, yang ikut mengawasi Suyono, mengatakan rekor Suyono sah karena tak
sedetik pun ia berpegang pada benda apa pun. "Tetapi seharusnya ada catatan
medis, apakah Suyono pakai doping atau tidak. Namun, saya yakin Suyono tak
pakai doping," kata Imam Marsudi.

Sementara rekornya diperjuangkan masuk Guinness Book, Senin pekan ini Suyono
sudah kembali berdinas.

Toriq Hadad dan Kelik M. Nugroho


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data