Lahir dari badai maut dari badai Bangladesh mengalami badai maut kedelapan di abad ke-20 ini. merenggut 125
ribu jiwa dan lebih dari satu juta ton beras lenyap ditelan angin dan ombak.
banyak bantuan datang ke bangladesh. |
MEREKA lahir dari badai, dan badai pula yang memanggil mereka kembali. Dua
puluh tahun lalu, ketika Bangladesh masih bagian timur Pakistan, topan
merenggut setengah juta jiwa rakyatnya. Dalam kesengsaraan, kecewa atas sikap
saudaranya di barat yang kurang tanggap, Bangladesh menuntut pisah.
Namun, kemerdekaan tak membawa damai. Yang ada badai dalam berbagai bentuk:
10 juta manusia tergusur akibat perang saudara dengan Pakistan, sementara di
dalam negeri kudeta dibalas kudeta. Akibatnya, 110 juta rakyat Bangladesh
termasuk yang termiskin di dunia, dengan pendapatan per kepala hanya US$ 160.
Mei lalu, 125 ribu jiwa dan lebih dari satu juta ton beras lenyap ditelan
angin dan ombak. Ini badai maut kedelapan Bangladesh di abad ke-20. Alam
Bangladesh, bak dua tangan yang merangkul Teluk Benggali, memang membuat topan
betah mampir. Tapi bagaimana menjelaskan semua itu pada bocah yang kelaparan
dan hanya bisa bertanya: mengapa?
|