Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 12/XXI/18 - 24 Mei 1991
   
Nasional

Ledakan di kali krasak

Jembatan kali krasak yogyakarta putus, akibat truk tangki yang dikemudikan imam suryadi,31, yang me- muat bahan bakar premix meledak. biaya perbaikan rp 2,75 milyar.

Jembatan Kali Krasak putus, akibat meledaknya truk tangki yang mengangkut
bahan bakar premix. Biaya perbaikan hampir tiga milyar rupiah.

FILM Bridge to Hell baru saja akan diputar di gedung bioskop Chandra II
ketika sebuah ledakan menggelegar sore itu, Jumat pekan lalu. Sekitar 30
penonton di dalam gedung bioskop -- yang letaknya persis di pangkal selatan
jembatan Kali Krasak -- berhamburan keluar. Mereka menyaksikan "neraka"
betul-betul telah terjadi di atas jembatan yang menghubungkan Desa Salam dan
Tempel.

Malapetaka itu bersumber dari truk tangki (gandengan) R 9357 CB. Sore itu,
pukul 15.15, truk yang dikemudikan Iman Suryadi, 31 tahun, mengangkut premix
dari Semarang dengan tujuan Yogya akan memasuki jembatan Krasak. Sekitar
seratus meter menjelang masuk jembatan truk tangki memuat 16.000 liter premix
(dua tangki) menyiap bis Ramayana yang berhenti menurunkan penumpang.

Tapi, mendadak Iman banting setir ke kiri begitu dari arah berlawanan
tiba-tiba muncul kendaraan Colt station. Akibatnya tangki gandengan oleng.
Untuk mengembalikan tangki yang oleng ke posisi semula, Iman banting setir ke
kanan. Tapi, yang terjadi justru tangki gandengan terguling di tubuh jalan.
Keadaan menjadi fatal, tutup tangki yang terguling itu terbuka, minyak tumpah
ke jalan. Bunga-bunga api akibat gesekan tangki dengan badan jalan pun
menjilat tumpahan mudah terbakar itu.

Truk itu baru berhenti setelah menyeret tangki sejauh hampir 150 meter, di
atas jembatan. "Saya tahu tangki gandengan terguling, tapi saya baru diberi
tahu bahwa tangki terbakar, oleh Ridwan (kenek), setelah masuk jembatan,"
ujar Iman Suryadi kepada TEMPO.

Iman Suryadi mengaku tidak segera menghentikan kendaraan begitu dia tahu
tangki gandengan terguling. Waktu itu, menurut Iman, mobilnya melaju dengan
kecepatan 60 km per jam, kecepatan yang cukup tinggi untuk mobil gandengan.
Dalam kecepatan sekian itu, menurut Iman Suryadi, amat berbahaya bila mobil
mendadak dihentikan. Bisa fatal. Maka, pelan-pelan dia mengurangi kecepatan
dan baru berhenti di atas jembatan Krasak itu.

Pada saat mobil tangki berhenti, api sudah sulit dikuasai. Iman dan Ridwan
menyelamatkan diri ke Polsek Tempel, Yogya. Tak lama setelah keduanya
meninggalkan kendaraan itulah ledakan dahsyat pertama terjadi. Lalu, menyusul
ledakan kedua 20 menit kemudian. Tak seorang pun berusaha memadamkan api yang
berkobar itu, dan tak seorang pun berusaha minta bantuan pemadam kebakaran.
Semuanya terpana.

Tidak kurang dari satu setengah jam api melahap tumpahan premix dari dua
tangki masing-masing 8.000 liter, menjilat tubuh dan rangka jembatan, membuat
konstruksi Calender Hamilton eks Inggris ltu menjadi luluh, dan akhirnya
pelan-pelan mencium dasar sungai. Besi rangka jembatan meleot-leot membuat
kedua ujung jembatan terpisah dari fondasinya.

Menteri PU Radinal Mochtar ketika meninjau jembatan ini Ahad, 12 Mei 1991,
memerintahkan supaya jembatan ini segera dipulihkan. Menteri memberi batas
waktu paling lama empat bulan. Makin lama jembatan ini menderita, makin besar
kerugian yang dialami masyarakat.

Perbaikan jembatan yang telah dimulai sejak Senin pekan ini ditaksir akan
makan biaya Rp 2,75 milyar. Sementara itu, sebelah ke hulu, dibangun jembatan
darurat dengan menggunakan bentuk jembatan Transpanel Australia. Jembatan
darurat yang disebut juga jembatan Bailey akan selesai sebelum akhir Mei ini.

Kalau jembatan darurat ini selesai, persoalan lalu lintas, terutama lalu
lintas pariwisata yang akan menghadiri Festival Borobudur 2-5 Juni 1991
mendatang, tidak terganggu.

Syahril Chili dan M. Ajie Surya


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data