Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 23/XIX/05 - 11 Agustus 1989
   
Daftar berita Luar Negeri
Iran dan segelas anggur era baru di iran
Ali akbar hashemi rafsanjani memenangkan pemilihan presiden iran. menjanjikan ditingkatkannya industri, memberi kesempatan kepada usaha swasta dan dijalinnya hubungan ekonomi dengan banyak negara. 
Ikan hiu yang berlidah revolusi
Profil ali akbar hashemi rafsanjani, mantan ketua parlemen iran yang memenangkan pemilihan presiden iran. dikenal piawai melangkah di papan percaturan politik, pekerja keras. fanatik terhadap revolusi. 
Tukang sulap pun tak tahu
Entah karena perang sudah selesai atau karena sebab yang lain, sejak wafatnya ayatullah khomeini, juni 1989, harga-harga berangsur turun. ekonomi iran belum terangkat. iran dengan wajah baru dan terbuka. 
Dari paris tetap kusut
Konperensi internasional untuk kamboja dibuka di paris. perundingan masalah kamboja masih terbentur: soal pengawasan tentara, sikap cina yang tetap kaku & pemerintahan koalisi. hasil perundingan diragukan. 
Aksi baru di taman segi tiga
Sekitar 300 mahasiswa mengadakan demonstrasi selama 1 jam lebih di beijing. tanpa menghiraukan UU darurat, mereka marah karena ditolak oleh unit-unit kerja yang sudah ditentukan untuk menampung mereka. 
Ancaman gantung hisbullah
Letkol marinir AS, william higgins, dihukum gantung oleh kelompok hisbullah. banyak yang meragukan kebenaran rekaman kaset video hukuman mati higgins. 2 sandera lain akan menyusul: terry waite & cicippio. 
Pulangnya 600 tentara goliat
600 tentara india dari 45.000 pasukan pemelihara perdamaian india di sri lanka (ipkf) ditarik pulang ke india. sri lanka dikhawatirkan tak bisa menguasai keamanan di sri lanka. timbul kerusuhan. 
Suu kyi mogok makan
Tokoh oposisi aung san suu kyi yang ditahan, dikabarkan mogok makan. ada perpecahan di dalam tubuh angkatan bersenjata. kerusuhan akan mudah meledak di myanmar. beberapa orang tahanan dovonis berat. 
Tiga tuduhan untuk politisi tua
Andreas papandreou akan menghadapi 3 tuduhan: menerima komisi untuk pembelian pesawat tempur buatan prancis menyadap telepon, menyelewengkan uang negara. partai koalisi gagal bentuk kabinet baru. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data