Indikator Australia mengusulkan pengembangan bersama wilayah
perbatasan laut Timor yang kaya minyak. Eksplorasi minyak
Australia di sana terhenti akibat sengketa. (eb) |
AUSTRALIA yakin bahwa usulnya mengembangkan bersama wilayah
perbatasan di Laut Timor, yang diperkirakan mengandung 500 juta
barel minyak, disetujui pemerintah Indonesia pada pertemuan di
Canberra, bulan depan. Pertemuan itu merupakan pembicaraan yang
ketujuh sejak 1979.
Australia pernah melakukan eksplorasi minyak di sekitar
perbatasan Indonesia dan Australia dekat Pulau Timor, kemudian
terhenti karena timbul sengketa. Namun, segera berlangsung
pertemuan negosiasi.
Pada pertemuan terakhir di Jakarta, November lalu, Australia
mengusulkan agar wilayah perbatasan sepanjang 250 km di sekitar
Laut Timor itu dikembangkan bersama. Waktu itu Menlu Mochtar
Kusumaatmadja menyatakan bahwa Indonesia tetap condong pada
perbatasan satu garis (single-line boundary) kendati akan
mempertimbangkan usul Australia. Soalnya, usul
Australia itu menuntut satu otoritas bersama, satu badan
pengelola urusan minyak dan gas, dan perusahaan-perusahaan yang
akan menjalankan eksplorasi dan eksploatasi.
Hambatan utama untuk terjadinya kesepakatan, kemungkinan besar,
terletak pada sikap Australia terhadap Timor Timur. Namun, pekan
lalu, Perdana Menteri Bob Hawke untuk pertama kali menyatakan
bahwa pemerintah Australia mengakui Timor Timur di bawah
kedaulatan Indonesia.
|