Indikator Australia mulai mengalihkan hubungan dagangnya dengan ASEAN, dimana Indonesia sebagai pintu pertama. Neraca perdagangan Indonesia-Australia masih berat sebelah. (eb) |
KIBLAT perdagangan Australia, yang selama ini terutama ditujukan
ke Eropa, kini mulai dibagi ke ASEAN. Sejak 21 Mei lalu,
menteri perdagangan Australia John Dawkins keliling ASEAN,
dengan hinggap pertama di Jakarta. Ia mengatakan, Australia
sedang membantu promosi beberapa barang produksi Indonesia,
antara lain kayu lapis dan tekstil.
Neraca perdagangan antara Indonesia dan Australia semakin berat
sebelah, terutama karena Australia kian mengurangi impor minyak
Indonesia. Nilai ekspor Indonesia turun sejak 1982, yakni US$
674 juta, kemudian US$ 204 juta (1983), dan US$ 275 juta (1984).
Sedangkan nilai impor dari Australia yang tercatat, US$ 364 juta
(1982), US$ 402 juta (1983), dan US$ 372 juta (1984).
|