Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 14/XV/01 - 7 Juni 1985
   
Ekonomi dan Bisnis

Indikator

Australia mulai mengalihkan hubungan dagangnya dengan ASEAN, dimana Indonesia sebagai pintu pertama. Neraca perdagangan Indonesia-Australia masih berat sebelah. (eb)

KIBLAT perdagangan Australia, yang selama ini terutama ditujukan
ke Eropa, kini mulai dibagi ke ASEAN. Sejak 21 Mei lalu,
menteri perdagangan Australia John Dawkins keliling ASEAN,
dengan hinggap pertama di Jakarta. Ia mengatakan, Australia
sedang membantu promosi beberapa barang produksi Indonesia,
antara lain kayu lapis dan tekstil.

Neraca perdagangan antara Indonesia dan Australia semakin berat
sebelah, terutama karena Australia kian mengurangi impor minyak
Indonesia. Nilai ekspor Indonesia turun sejak 1982, yakni US$
674 juta, kemudian US$ 204 juta (1983), dan US$ 275 juta (1984).
Sedangkan nilai impor dari Australia yang tercatat, US$ 364 juta
(1982), US$ 402 juta (1983), dan US$ 372 juta (1984).


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data