Meninggal dunia Buya A.R Sutan Mansyur, 90, sesepuh Muhammadiyah meninggal dunia karena penyakit prostat. Ipar alm Buya Hamka ini dikenal sebagai pendiri Muhammadiyah di sumatera Barat dan tokoh perjuangan. (alb) |
KITA kehilangan lagi. Buya A.R Sutan Mansyur, 90, ketua umum
Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1953-1958, meninggal dunia
di Rumah Sakit Islam Yarsi. Jakarta Pusat, Senin pagi lalu.
Almarhum, yang meninggalkan seorang istri dan 18 anak, dirawat
selama 1 I/2 bulan di rumah sakit. akibat penyakit prostat yang
sudah lama dideritanya.
Lahir di Maninjau, Sumatera Barat, Sutan Mansyur menghabiskan
hampir seluruh hidupnya untuk mengurus Muhammadiyah. Tak heran
bila ketua umum Muhammadiyah A.R Fachruddin menyebut kepergian
Sutan Mansyur sebagai kehilangan besar buat bangsa dan umat
Islam Indonesia. Sebab, Almarhum adalah tokoh yang patut
diteladani.
Mendirikan Muhammadiyah di Sumatera Barat pada 1926, Almarhum
melebarkan sayap perjuangan sampai ke Kalimantan. Maka, ketika
berlangsung pemilihan pengurus Muhammadiyah pada 1953 hampir
semua peserta memilih Sutan Mansyur.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Almarhum, yang juga pernah
aktif di Syarikat Islam, berturut-turut menjadi anggota Komite
Nasional Indonesia Pusat (KNIP), penasihat Komandemen Sumatera
dengan pangkat mayor jenderal, dan anggota Konstituante sampai
lembaga ini bubar. Tahun 1952, Almarhum diangkat Presiden
Soekarno menjadi penasihat Kepala Negara. Lepas dari
jabatan-jabatan politik itu Sutan Mansyur, yang juga dikenal
sebagai ipar Almarhum Buya Hamka, banyak mengabdikan diri untuk
ceramah agama dan khotbah.
Tampak hadir di pemakaman Sutan Mansyur, di Tanah Kusir, Jakarta
Selatan, Menten Agama Munawir Syadzali, Mohammad Natsir. dan
sejumlah pemuka agama lainnya.
|