Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/XIV/10 - 16 November 1984
   
Kesehatan

Rusaknya Pertahanan Tubuh

Penyakit aids tidak hanya berjangkit di kalangan homoseks tetapi juga bisa kepada setiap orang. Menurut Dr.G.M. Antal pertambahan penderita aids cukup mencemaskan. (ksh)

HUBUNGAN seks yang tidak biasa, yang dilakukan dua insan
sejenis, tiga tahun lalu mendapat cap baru: penyakit AIDS -
Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit yang menyusutkan
daya tahan tubuh dalam menghadapi penyakit ini memang banyak
ditemukan di kalangan homoseks. Dan kemudian cukup
menggemparkan, karena angka kematian di kalangan penderitanya
tinggi.

Belakangan, AIDS lebih menakutkan karena ditemukan pula pada
pelaku heteroseksual (hubungan seks biasa antara pria dan
wanita), bahkan pada mereka yang tak melakukan hubungan seks
sama sekali. Ini dibuktikan dalam penelitian-penelitian mutakhir
yang menunjukkan bahwa AIDS memang tak cuma berjangkit di
kalangan homoseks. Setiap orang bisa saja terkena.

Pekan lalu, 30 Oktober, seorang ahli dari WHO (Organisasi
Kesehatan Dunia), Dr. G.M. Antal, muncul di RSCM memberikan
ceramah tentang penyakit ini. WHO agaknya sudah mulai
memperhatikan penyakit itu secara khusus. Apa pasal?

Antal menguraikan, kendati jumlah penderitanya belum banyak di
dunia, pertambahan penderita AIDS cukup mencemaskan. Dalam
setiap enam bulan, terjadi pelipatan hampir dua kali. Indikasi
sudah dengan cepat pula bermunculan di berbagai negara. Kini,
diperkirakan sudah meliputi 18 negara - termasuk Indonesia.

Berbagai penelitian tentang AIDS - yang belakangan sangat intens
- memungkinkan gejala penyakit ini tambah dikenal, sehimgga AIDS
sebagai suatu penyakit sudah dipastikan berbahaya. Walaupun
sebelumnya kemungkinan besar jenis penyakit yang tergolong baru
itu sudah ada juga bahkan bisa jadi sudah pula merenggut nyawa.

Memang tidak mudah menentukan epidemi AIDS, sebab penyakit ini
tak langsung mematikan. Yang terserang adalah kekebalan tubuh
dalam menghadapi penyakit. Dan bila sistem pertahanan alamiah
yang ada pada tubuh ini terganggu, penyakit apa pun dapat dengan
mudah membunuh. AIDS sendiri punya juga gejala spesifik. Pada
tingkat lanjut, seperti yang diuraikan Dr. Antal, penderita
biasanya terserang sarkoma kaposi (kanker kulit) dan pneumonia
pnemositis karnii (semacam radang paru). Pada tingkat ini,
harapan hidup penderita cuma 9-24 bulan.

Bagaimana perkembangan AIDS di Indonesia? Di Indonesia, sejauh
ini, belum ditemukan AIDS sampai ke tingkat lanjut yang
berbahaya. "Karena itu, saya belum berani mengatakan kasus yang
saya temukan sebagai AIDS yang sesungguhnya," ujar Dokter
Zubairi, ahli hematologi dari RSCM yang beberapa waktu lalu
meneliti para wadam.

Karena menyangkut kekebalan tubuh, AIDS telah menyebabkan
penelitian di bidang virologi dan imunologi (ilmu tentang
kekebalan tubuh) semakin meningkat. "Ilmu-ilmu ini jadi
berkembang pesat," ujar Antal.

Yang diserang AIDS adalah sel-T, salah satu sel yang terdapat
pada darah putih yang bertugas menghadang penyakit. Dalam sistem
pertahanan tubuh yang dikenal sebagai kekebalan seluler, sel-T
menyerang dan membunuh semua jaringan dan mikroorganisme asing
yang masuk ke dalam tubuh. Juga mengaktifkan sel B untuk
memproduksi antibodi.

Yang diduga kuat penyebab AIDS adalah virus. Ada dua jenis virus
yang dicurigai: human T-cell leukemia virus (HTLV), dan
cytomegalovirus (CMV).

HTLV ditemukan oleh Roberto Galo dari Institut Kanker Nasional
AS, pada tahun 1980. Dan berdasarkan penelitian di Universitas
Harvard dan Lembaga Pasteur, Paris, disimpulkan bahwa 25%
penderita AIDS mengandung HTLV. Sementara itu, CMV di
laboratorium ditemukan mengubah sel normal menjadi sel kanker,
dan menurunkan dengan drastis kekebalan binatang percobaan
menghadap penyakit.

Hingga kini obat (atau vaksin) menghadapi AIDS belum ditemukan.
Tapi para dokter mencoba menggunakan interferon, campuran 20
substansi yang berasal dari berbagai sel, untuk memerangi
infeksi. Tapi hasilnya, menurut Dr. Antal, masih meragukan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data