Pompa, pompa yang dalam... pompa, pompa yang dalam ... Dalam musim kemarau ini pasaran pompa air listrik dan pompa air tangan naik dan sulit diperoleh di pasaran. di jakarta, surabaya dan yogyakarta.(eb) |
HUJAN sudah mulai turun, tapi musim kemarau tetap membekas: di
pompa air listrik. Soalnya, di musim kemarau teramat kering ini,
banyak orang di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta yang haus akan
air segar menggedor toko memburu barang impor itu. Pompa air
listrik merk Sanyo, Mitsubishi, Dragon, National, dan Hitachi --
semuanya buatan Nippon--laku keras. Dan menguap cepat.
PD Jaya Agung, penyalur khusus pompa air listrik Sanyo di Jl.
Pinangsia 11, Jakarta, misalnya, sejak awal September ini
menyatakan tak bisa lagi memenuhi permintaan. Agustus lalu, toko
ini setiap hari menjual 40-50 pompa air listrik. Yang paling
laku, dan dicari adalah Sanyo tipe PCA 255 D (250 watt, Rp 230
ribu), dan tipe PCA 155 D (150 watt, Rp 195 ribu), dengan daya
sedot sampai kedalaman 36 m (deep well pump). "Nggak kepikir
oleh saya pompa listrik bakal laku keras," kata Yoe Lin dari
Jaya Agung.
Kedua tipe itu sudah habis pula sejak minggu pertama September
di Toko Injaya Machinery Corp., pusat penjualan pompa air di
Proyek Senen Blok IV Lantai 1, Jakarta. "Untuk rumah tangga,
memang ideal jet pump (pompa untuk sumur dalam) yang hanya
memakan listrik 250 watt," ujar A Siu, dari Toko Sinar Mas,
Pasar Kenari. Selain hemat listrik, dan mampumencapai sumber air
sampai kedalaman 36 m, Sanyo 255 D dan 155 D punya daya isap
cukup kuat: sekitar 100 liter per menit, atau 1,51iter per
detik.
Di Pasar Kenari itu, pompa air listrik Hitachi, National, dan
Mitsubishi yang kapasitasnya sama dengan Sanyo 255 D dan 155 D,
sudah lenyap pula September ini. "Stok tidak ada lagi, mungkin
akhir tahun barang baru masuk," ungkap A Siu. Tapi Toko Gunung
Kawi, Pasar Kenari, menjanjikan pekan ini pompa air listrik
National 250 watt akan masuk. Kendati Sanyo tetap paling unggul,
dan dicari orang, pemilik toko itu mengharapkan National,
miliknya, akan laku.
Sanyo tipe PCA405 D (Rp 327.500), yang tidak disukai konsumen
karena memakan listrik sampai 400 watt, masih tersedia cukup
banyak di PD Jaya Agung Selain tipe itu di Pasar Kenari, dan
Injaya, tersedia pula dalam jumlah tak terbatas pompa listrik
berbagai merk untuk sumur dangkal (shallow well pump)--dengan
daya jangkau 9 m saja. "Tapi umumnya pompa llstrik sumur dangkal
kurang laku," kata Gunawan dari Injaya.
Kenapa? "Di Jakarta sumber air kebanyakan jauh di dalam tanah,"
jawab Gunawan. Dia benar (libat Lingkungan). Tapi di Bandung,
Yogya, dan Surabaya, pompa air listrik sumur dangkal justru laku
keras.
Deni Saputra, pemilik Toko Besi Kekal di Jl. Gondomanan, Yogya,
sudah tiga bulan ini panen. Sejak Juli toko ini tiap bulan
rata-rata menjual 6 Sanyo untuk sumur dangkal, dan 10 pompa
tangan Dragon (eks Jepang Rp 47 ribu, dan eks Tegal Rp Z5 ribu).
Mereka dari Gunung Kidul, dan Bantul, kata Deni biasanya membeli
Dragon eks Tegal, serta minta sekalian dipasangkan dengan ongkos
Rp 15 ribu.
Pompa tangan Dragon juga laku sekitar 6 unit setiap bulan -- di
toko Berdikari, Yogya. Tjong Hien, pemiliknya, mengingat ketika
musim hujan paling banter hanya terjual 2 unit saja.
Toko Kekal juga menjual pompa listrik Fuji--ukurannya lebih
kecil dibanding Sanyo -- yang digunakan untuk menyedot air
bersih dari pipa Perusahaan Air Minum (PAM). Fuji yang memakan
listrik 250 watt, dan berharga Rp 55 ribu per unit ini, mampu
menyedot air PAM dengan dahsyat.
Pompa tangan Dragon, dan Tasako, justru kurang laku di Jakarta.
"Bayangkan kalau sumber air mencapai kedalaman 20 meter, betapa
berat pompa tangan itu," ujar A Siu dari Toko Sinar Mas.
"Salah-salah tangkai pompa bisa nlenghantam kepala."
Meningkatnya penjualan pompa air itu juga telah mendorong angka
penjualan pipa plastik Pralon dan perdagangan jasa. Untuk sebuah
sumur dalam, seseorang minimal harus menyediakan Rp 45 ribu
untuk membeli pipa Pralon 4 inci yang mampu menyalurkan volume
air lebih besar ketimbang pipa 0,5 inci. "Buat sumur dalam,
biaya pengeboran sampai air keluar Rp 100 ribu," kata Gunawan.
Sedang untuk sumur dangkal cukup Rp 50 ribu. Tiap pengeboran
lebih 12 m sudah diperhitungkan sebagai sumur dalam.
Di Pasar Kenari sejumlah tukang mangkal di depan toko. Mereka
biasanya meminta imbalan sekitar Rp 0 ribu untuk pemasangan
pompa dan pengeboran. Rusli, misalnya, akhir-akhir ini setiap
hari sedikitnya mendapat order mengebor dua sumur.
Selama musim kemarau ini bak penyimpanan air dari plastik (Rp 65
ribu untuk kapasitas 550 liter dan Rp 125 ribu untuk kapasitas
1.000 liter) merk Venus laku keras pula. Bak plastik biasanya
ditempatkan di atas menara. Bak yang lebih besar, dan pompa yang
lebih besar daya sedotnya mungkin akan diperlukan banyak rumah
tangga, terutama di Jakarta.
|