Mendapat Kecelakaan Tino Sidin tertimpa kecelakaan di Kebumen. Colt station yang
dikemudikannya tabrakan di desa Kalibagor, Kebumen dengan
sebuah colt lain. Kini dirawat di rumah sakit Kebumen, gegar
otak ringan. |
25 November lalu Tino Sidin genap 56 tahun. Ia ingin
merayakannya di tengah keluarga di Yogyakarta. Sehari sebelumnya
ia bertolak dari Jakarta dengan colt station vang dikemudikannya
sendiri. Sesampai di Desa Kalibagor, Kebumen, ia berpapasan
dengan colt lain yang membawa beberapa pelajar SLA dan meluncur
dengan kecepatan tinggi. Gedubrak! Tino pun tak ingat apa-apa
lagi.
Begitu siuman, "yang saya ingat pertama kali adalah topi baret
saya hadiah dari Presiden," tuturnya sembari terbaring di ruang
VIP Rumah Sakit Kebumen. Maskotnya itu memang hampir digondol
orang. Untung ada Polantas yang 'memburunya'. Kata pengasuh
acara 'Gemar Menggambar' di TVRI Jakarta itu "Soalnya tanpa topi
itu bisa-bisa saya tidak dikenali orang lagi."
Tapi seorang wanita yang duduk di sebelah Tino, Sukini, tewas.
Ada koran memberitakan bahwa itu Ny. Tino Sidin. "Almarhumah
adalah kolega Bapak," istri Tino, Ny. Nurhayati menjelaskan
kepada TEMPO Juga seorang pelajar penumpang colt yang lain,
Sunaryanto, meninggal seketika. Sejumlah pelajar lebih menderita
luka-luka.
Akan halnya bapak lima putri itu sendiri menurut dokter kena
gegar otak ringan-di samping cedera pada engsel siku tangan
kirinya yang retak tulang. "Syukur tangan kanan Pak Tino tak
apa-apa. Jadi nanti masih bisa mengajar menggambar lagi,"
komentar salah. seorang pelajar. Hari Minggu sore kemarin Tino
kembali muncul di tv dengan acaranya yang biasa. Tapi itu memang
direkam sebelum musibah.
|