Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 40/XI/05 - 11 Desember 1981
   
Pokok dan Tokoh

Mendapat Kecelakaan

Tino Sidin tertimpa kecelakaan di Kebumen. Colt station yang dikemudikannya tabrakan di desa Kalibagor, Kebumen dengan sebuah colt lain. Kini dirawat di rumah sakit Kebumen, gegar otak ringan.

25 November lalu Tino Sidin genap 56 tahun. Ia ingin
merayakannya di tengah keluarga di Yogyakarta. Sehari sebelumnya
ia bertolak dari Jakarta dengan colt station vang dikemudikannya
sendiri. Sesampai di Desa Kalibagor, Kebumen, ia berpapasan
dengan colt lain yang membawa beberapa pelajar SLA dan meluncur
dengan kecepatan tinggi. Gedubrak! Tino pun tak ingat apa-apa
lagi.

Begitu siuman, "yang saya ingat pertama kali adalah topi baret
saya hadiah dari Presiden," tuturnya sembari terbaring di ruang
VIP Rumah Sakit Kebumen. Maskotnya itu memang hampir digondol
orang. Untung ada Polantas yang 'memburunya'. Kata pengasuh
acara 'Gemar Menggambar' di TVRI Jakarta itu "Soalnya tanpa topi
itu bisa-bisa saya tidak dikenali orang lagi."

Tapi seorang wanita yang duduk di sebelah Tino, Sukini, tewas.
Ada koran memberitakan bahwa itu Ny. Tino Sidin. "Almarhumah
adalah kolega Bapak," istri Tino, Ny. Nurhayati menjelaskan
kepada TEMPO Juga seorang pelajar penumpang colt yang lain,
Sunaryanto, meninggal seketika. Sejumlah pelajar lebih menderita
luka-luka.

Akan halnya bapak lima putri itu sendiri menurut dokter kena
gegar otak ringan-di samping cedera pada engsel siku tangan
kirinya yang retak tulang. "Syukur tangan kanan Pak Tino tak
apa-apa. Jadi nanti masih bisa mengajar menggambar lagi,"
komentar salah. seorang pelajar. Hari Minggu sore kemarin Tino
kembali muncul di tv dengan acaranya yang biasa. Tapi itu memang
direkam sebelum musibah.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data