Bangga Menteri Muda Urusan Pemuda, Abdul Gafur, bangga dan tergugah
mendengar kisah Youce Fredi sepang yang jadi hero. ia adalah
anak muda yang ikut membantu menyelamatkan penumpang kapal
tampomas II. |
MENTERI Muda Urusan Pemuda Abdul Gafur merasa tergugah membaca
kisah Youce Fredi Sepang di tengah musibah Tampomas II (TEMPO 7
Februari). "Saya bangga," katanya. "Ternyata muncul anak muda
sebagai hero." Itulah sebabnya 10 Februari lalu ia mengundang
pemuda 20 tahun itu ke kantornya.
Gafur menjanjikan bantuan apa saja yang dibutuhkan anak ke-5 (di
antara bersaudara) M. Sepang (pensiunan Peltu di Brigif I Kodam
V Jaya yang kini kerja di Pertamina) itu. Dan Youce -- yang
SD-nya tak tamat -- mengaku ingin kursus montir, lantas herja di
kapal.
Pengalaman pertamanya naik kapal ketika hendak menemui kakak
perempuannya di Ambon, 29 November tahun lalu. Dan nama kapal
itu ternyata Sangihe -- yang 10 Januari lalu ditumpanginya pula,
secara gelap.
Karena sudah kenal beberapa orang ABK Sangihe, antara lain
jurumudi Benny ia bisa tenang di kapal. Setclah singgah di
Ujungpandang dan Pare-Pare, Sangihe kemudian menuju Surabaya.
Nah, di tengah jalan itulah mereka ketemu Tampomas II.
Ia mengaku sempat memberikan biskuit pada Kapten Rivai. Juga
melihat si kapten terjun ke laut. "Tangannya menggenggam pisau
panjang, seperti sangkur," katanya. Sesudah ia akhirnya
diselamatkan KM Sengata yang membawanya ke Ujungpandang, di sana
ia bertemu kembali dengan Kapten Sangihe, Agus K. Sumirat. Youce
menghampirinya. Dan Sumirat memberinya uang Rp 5 ribu -- meski
tadinya si kapten menjanjikan Rp 50 ribu bagi yang berani
menyeberangkan tali. Tapi "saya diam saja," katanya. Tidak
memprotes. "Malu." Dan Gafur memberinya satu set pulpen Parker.
|