Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 46/X/10 - 16 Januari 1981
   
Nasional

Kenaikan pangkat

Wijoyo suyono, pangkowilhan ii, diangkat menjadi kas kopkamtib, sedang jabatan pangkowilhan ii diserahkan kepada letjen wiyogo. (nas)

UPACARA itu berlangsung secara sederhana dan singkat -- kurang
dari setengah jam. Dihadiri belasan perwira tinggi: Menhankam
Jenderal Jusuf serta para Pangdam, Pangkodau, Pangdaeral dan
para Kadapol sewilayah Kowilhan II (Jawa-Nusa Tenggara, Jumat
pekan lalu Letjen Widjojo Soejono menyerahkan jabatan
Pangkowilhan II pada penggantinya, Letjen Wiyogo Atmodarminto.

Serah terima itu merupakan bagian dari rangkaian pergantian
jabatan teras di lingkungan Hankam, yang oleh beberapa kalangan
dianggap cukup cepat. Sebab umumnya diduga tidak akan ada
pergantian besar menjelang Pemilu 1982.

Widjojo Soejono sendiri pada 27 Desember lalu menerima jabatan
baru sebagai Kaskopkamtib yang sebelumnya dirangkap oleh Kepala
Bakin Jenderal Yoga Soegama. Sedang jabatan lama Wiyogo --
Pangkowilhan I yang tidak sampai satu tahun dipangkunya, telah
diserahkannya 31 Desember lalu pada Letjen Soesilo Soedarman.
Jabatan Soesilo sebelumnya, Danjen AKABRI dua hari sebelum itu
telah ditimbangterimakan pada bekas Kepala Pusat Cadangan
Nasional Mayjen Jullius Henuhili.

Pergantian jabatan tersebut bukanlah berarti peremajaan, sebab
usia para perwira tinggi tersebut tidak jauh berbeda dan mereka
termasuk perwira generasi 45. Beberapa di antaranya adalah
tamatan Militer Akademi Yogyakarta, misalnya Wiyoga (54 tahun)
dan Soesilo Soedarman.

Kaskopkamtib yang baru, Widjojo Soejono (52 tahun) adalah putra
kelahiran Tulungagung (Jawa Timur) yang dikenal sebagai
penggemar karate dan saat inl masih mengetuai organisasi karate
nasional Lemkari. Bekas komandan RPKAD (kini Koppasandha) ini
memulai karir militernya di Peta pada zaman pendudukan Jepang.
Dia pernah dua kali menjabat Pangdam -- Merdeka dan Brawijaya.
Sewaktu meninggalkan jabatan Pangdam VIII/Brawijaya pada 1975,
Widjojo pernah mengadakan acara perpisahan dengan berbagai
kelompok masyarakat, antara lain sekitar 10.000 tukang becak
Surabaya.

Pulang Kandang

Tampaknya kali ini Widjojo tidak akan sempat mengadakan acara
perpisahan itu. "Saya harus cepat bertugas di Jakarta. Tapi
kebiasaan dialog dengan masyarakat, dengan para ulama misalnya,
akan terus saya lakukan," ujarnya Senin lalu di Surabaya pada
Ibrahim Husni dari TEMPo.

Sebagai Pangkowilhan II, Widjojo yang menerapkan sistem keamanan
swakarsa ini memang sering berdialog dengan para ulama. Ia pula
yang mengganti istilah Komando Jihad -- walau masih terus
dipakai sebagian perwira tinggi rekannya, dengan istilah yang
dipandangnya lebih tepat: Gerakan Teror Warman.

Yang digantikan Widjojo sebagai Kaskopkamtib, Jenderal Yoga
Soegama, masih akan menjabat sebagai Kepala Bakin. Namun agaknya
Mei depan, di saat berusia 56 tahun, ia akan pensiun. Bakin
sebetulnya bukan suatu badan yang termasuk militer hingga
seorang yang sudah pensiun sebetulnya masih bisa aktif di situ.
"Tetapi lebih baik saya pensiun saja," ujar Yoga seusai serah
terima jabatan Kaskopkamtib akhir Desember lalu. Alasannya,
kalau mau tetap sebagai Kabakin berarti statusnya adalah pegawai
honorer yang tiap saat harus terus diperpanjang. Dan itu
dianggapnya merugikan masa dinasnya selama 35 tahun di ABRI.

Menurut ketentuan, batas usia pensiun buat perwira tinggi ABRI
yang masih berlaku saat ini adalah 55 tahun. Namun Presiden
berhak memberikan izin perpanjangan, tiap kali setahun buat
mereka yang dianggap perlu diperpanjang masa aktifnya. Bekas
KSAD Jenderal Widodo misalnya, termasuk perwira tinggi yang
pernah diperpanjang masa aktifnya.

Buat Pangkowilhan II yang baru, bertugas di Yogyakarta
dianggapnya sebagai pulang kandang. Yogyakarta memang kota
kelahiran Wiyogo. Di kota gudeg ini pula ia menamatkan HIS, SMP
dan SMA-nya. "Kalau nanti saya pensiun biarlah tetap di Yogya
ini," ujarnya. Tentang tugasnya yang baru ini Wiyogo tidak mau
banyak bicara. "Saya masih akan melakukan inventarisasi masalah
dulu. Yang jelas apa yang telah dilakukan Pak Widjojo akan saya
lanjutkan," tegasnya Senin lalu.

Banyak dugaan pergantian jabatan dalam Hankam dalam waktu dekat
ini masih akan ada. Beberapa perwira tinggi dan menengah tingkat
Pangdam dan Danrem kabarnya akan diganti juga. Ada yang menduga,
itu ada hubungannya dengan beberapa kejadian di bidang keamanan
yang terjadi belakangan ini, misalnya di Ja-Teng. Tapi ada pula
yang berpendapat, pergantian itu sebagai soal rutin saja.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data