Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 30/X/20 - 26 September 1980
   
Ilmu dan Teknologi

Kalau Petugas Sensus Datang

Rencana pengolahan data sensus penduduk '80 melalui komputer oleh BPS. masalah statistik menjadi penting di dunia, karena data diperlukan oleh tiap negara.

INI sensus penduduk ketiga, sesudah tahun 1961 dan 1971, dalam
Indonesia merdeka. Mulai 20 Seprember s/d 31 Oktober, Biro Pusat
Statistik (BPS) mengerahkan sekitar 275.000 petugas.

Mereka akan memakai tanda petugas sensus. "Kalau mereka mengetuk
pintu anda," kata seorang pejabat BPS, "harap jangan dikira
garong. Dan jangan kuatir soal pajak anda, jika mereka
bertanya."

Cacah jiwa sekali ini dilaksanakan dengan dua cara Pencacahan
Lengkap dan Pencacahan Sampel (sample). Dengan Pencacahan
Lengkap, BPS mengumpulkan data pokok saja -- seperti nama, umur,
jenis kelamin, dan agama. Cara ini mencakup seluruh penduduk,
warganegara RI maupun asing, asalkan berada di Indonesia
sedikitnya 6 bulan. Tapi kalangan diplomatik asing sengaja tak
dihitung.

Sedang Pencacahan Sampel bertujuan mengumpulkan data yang lebih
terperinci -- seperti kondisi perumahan dan keikutsertaan dalam
Keluarga Berencana. Ada 50 macam pertanyaannya, tapi hanya
terhadap penduduk dalam blok sensus yang terpilih. Jumlahnya
sekitar 5% dari seluruh blok sensus.

Para petugas sebelum datang menginterpiu terlebih dulu menempel
kertas -- Nomor Bangunan Sensus. Tanpa biaya penduduk.

Mereka juga membuat pemetaan wilayah dan menentukan wilayah
pencacahan. Tiap wilayah pencacahan merupakan daerah kerja yang
mencakup 300 rumah tangga.

Wilayah pencacahan ini dibagi lagi menjadi beberapa blok sensus.
Dan blok sensus itu merupakan daerah kerja yang mencakup 100
rumah tangga. Selain itu, ada lagi blok sensus khusus, seperti
asrama militer, penjara dan biara yang berpenduduk paling
sedikit 50.

Bahkan mereka yang selalu berpindah seperti awak kapal, suku
terasing dan gelandangan, juga akan dicacah. Disebut cara de
facto untuk golongan ini.

Apakah bedanya dengan sensus 1971? "Ruang lingkupnya sekali ini
jauh lebih luas," ucap H.M. Abdulmajid, Kepala BPS. Ia memberi
contoh masalah angkatan kerja yang akan ditelusuri lebih
mendalam. Dan jumlah anak akan dikaitkan dengan usia ibu pada
perkawinan pertama.

Data sensus ini, kata Abdulmajid lagi, diharapkan dapat
memberikan kemungkinan analisa statistik yang lebih mendalam.
"Baik bagi perencana, pengusaha, para peneliti dan tentu
pemerintah."


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data