Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 28/X/06 - 12 September 1980
   
Ilmu dan Teknologi

Cek, Dan Selalu Mengecek

Satu jam sebelum pesawat tinggal landas, para awak pesawat: penerbang, pilot dan co-pilot diwajibkan mengecek bagian demi bagian pesawat untuk menghindari kecelakaan.

SATU jam sebelum pesawat tinggal landas, penerbang sudah tiba di
bandar udara. Kapten dan ko-pilot singgah di flight operation
desk untuk memeriksa semua persiapan. Sedang flightengineer
langsung menuju pesawat terbang.

Pertama ia periksa keadaan luar pesawat. Ganjelan roda, tekanan
kompresi ban, bagian demi bagian pesawat -- semua itu diceknya
dengan teliti selama 30 menit. Selanjutnya ia memeriksa laporan
keadaan cuaca, rencana penerbangan, persediaan bahan bakar
termasuk cadangannya. Kalau keadaan cuaca tampak buruk, tak
segan ia minta tambahan bahan bakar.

Sementara itu Kapten dan ko-pilot juga selesai dengan persiapan
mereka dan kemudian naik ke pesawat terbang. Pertama yang
diperhatikan adalah sertifikat kelaikan pesawat yang terletak di
balik pintu masuk cockpit. "Dulu ketika saya menjadi ko-pilot
sebuah Fokker F-28, pernah terjadi 'STNK' pesawat itu habis masa
waktunya," cerita Kapten Garuda yang tak ingin disebut namanya.
"Segera kami cancel dan minta ganti pesawat."

Buruh pelabuhan udara yang memasukkan barang perlu diawasinya.
Siapa tahu, tangga atau dereknya membentur badan pesawat. "Kalau
penyok sedikit pesawat harus grownded, tak boleh terbang,"
ujarnya. Penyok yang sedikit itu, bila dalam kondisi terbang,
bisa membuat badan pesawat robek. Atau karena tekanan dalam
kabin lebih besar dari luar, kerusakan itu bisa menyedot segala
keluar.

Beberapa sistem yang perlu dicek adalah yang digunakan untuk
mengontrol. Seperti penggunaan oli. Kalau pemakaian dalam satu
jam terbang menghabiskan oli 1 liter dan kemudian ternyata lebih
dari itu, pasti ada kebocoran atau kerusakan. Diceknya sistem
yang mengontrol bahan bakar. Apakah penggunaan bahan bakar
lancar? Suplainya lancar atau tidak? Dan sistem yang mengecek
kelancaran roda, rem, kemudi dan semua peralatan lain yang
digerakkan secara hidraulis.

Pengecekan dilakukannya pula terhadap peralatan keamanan seperti
pelampung besar, life-jackets, oksigen, pemadam api, kapak
(untuk mendobrak dinding bila perlu di kala terjadi kecelakaan).
Juga keadaan kabin penumpang secara menyeluruh. Kemudian
dilihatnya sistem elektris. Ini berhubungan dengan radio,
penerangan dan banyak peralatan lainnya.

Kapten memeriksa pula logbook yang sudah ditandatangani ground
engineer. Seluruh pesawat 1 jam sebelumnya sudah diperiksa oleh
petugas dan anak buahnya.

Ketiga awak pesawat kini duduk di tempat masing-masing. Pilot di
sebelah kiri, ko-pilot sebelah kanan sedang flight-engineer di
belakang itu. Pilot memegang checklist dan ko-pilot memegang
buku Aircraft Operation Manual (AOM -- Pedoman Operasi Pesawat
Terbang). Buku itu setebal 10 cm dan dikeluarkan pembuat
pesawat. Di atas pesawat terdapat 3 volume buku pedoman itu.
Checklis dipegang bergantian antara pilot dan ko-pilot,
tergantung siapa yang bertanggung jawab dalam penerbangan itu.

"Cockpit lighting?" baca ko-pilot dari checklist "Set", jawab
pilot. Seluruh dialog itu berlangsung dalam bahasa Inggris.
Setelah seluruh peralatan -- termasuk peta, kompas, kemudi, roda
dan AC --dicek sip, baru mesin pesawat dihidupkan. Segera
hubungan radio dengan menara diadakan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data