Yang Kaget & Yang Tahu Letjen poniman ksad yang baru menggantikan jenderal widodo.
tugas baru untuk widodo belum jelas, namun ia membantah
pergantian ksad secara mendadak. |
SEMUA yang hadir tampak gembira. Dengan senyum lebar, Jenderal
Widodo menyalami dan merangkul Letjen Poniman, sedang bersamaan
dengan itu istri mereka berciuman. Senin pagi lalu itu di Istana
Negara Letjen Poniman -- bekas Deputi KSAD -- dilantik sebagai
KSAD menggantikan Jenderal Widodo.
Widodo, 56 tahun, dilantik menjadi KSAD pada 30 Januari 1978
menggantikan Jenderal Makmun Murod yang diangkat menjadi Duta
Besar di Malaysia. Sedang Poniman, yang dilahirkan di Sala pada
1926, dikenal sebagai prajurit yang sederhana dan pragmatis.
Jenderal yang mempunyai 3 putri ini pernah menjabat Pangdam
III/17 Agustus, Pangdam XV/Pattimura, Pangdam V/Jaya dan
kemudian Pangkostrad. Dengan pangkat letnan jenderal kemudian
dia diangkat menjadi Pangkowilhan I/Sumatera dan Kalimantan
Barat.
Pengangkatan Poniman cukup mengagetkan banyak orang. Selama tiga
kali yang terakhir, KSAD selalu dijabat oleh bekas Pangkowilhan
II/Jawa-Madura. Poniman sendiri tidak menduga pengangkatan ini.
Ia mengaku tidak sempat mengikuti pemrosesan penunjukan ini
karena disibukkan dengan pekerjaan. "Pengangkatan saya merupakan
kebijaksanaan Hankam dan Presiden," lanjutnya.
Apa rencana Poniman setelah menjadi KSAD? "Semua program AD
sudah dilaporkan dan dituangkan dalam hasil Rapim ABRI lalu.
Jadi apa yang saya lakukan jelas harus sesuai dengan keputusan
Rapim itu," ujarnya.
Yang disebut-sebut bakal mengisi jabatan Deputi KSAD antara lain
Himawan Sutanto, Pangkostranas dan bekas Direktur Latgab ABRI
'80, yang belum lama ini naik pangkat menjadi letnan jenderal.
Tentang kemungkinan tugas baru untuk Widodo, Menhankam Jenderal
Jusuf pekan lalu mengatakan hal itu akan dirembuknya dulu dengan
Presiden. "Saya akan melaporkan pada Bapak Presiden setelah
timbang terima," ucap Jusuf. Timbang terima jabatan KSAD
dilangsungkan Kamis 17 April ini di Lapangan Senayan.
Bukan Idealis
Jenderal Widodo membantah pergantiannya sebagai KSAD dilakukan
secara mendadak. " Saya sudah tahu setahun sebelumnya," katanya
pada wartawan TEMPO Zulkifly Lubis pekan lalu. Dalam masa
pensiun ini ia pertama merencanakan akan beristirahat, kemudian
menstabilkan rumah-tangga dan selebihnya akan dipikirkan dalam 3
bulan mendatang. Menstabilkan rumah-tangga? "Begini. Semasa KSAD
gaji saya Rp 120.000 sementara seluruh keperluan rumah-tangga
menjadi tanggungan dinas. Jika pensiun saya hanya mendapat
sekitar Rp 60.000. Bisa dibayangkan bagaimana harus hidup dengan
anak saya yang 5 orang," kata Widodo.
Jenderal Widodo -- yang akan masuk Pepabri "karena hampir semua
teman saya yang pensiun masuk ke sana" -- menegaskan ia tidak
akan melancarkan kritik seperti dilakukan beberapa jenderal
pensiun seperti Ali Sadikin dan Hugeng. "Saya bukan idealis,"
ujarnya. Namun diakuinya orang-orang seperti itu diperlukan
juga. Ada rencana berdagang? "Masih pikir-pikir dulu," sahutnya.
Menurut Menhankam Jusuf, Jenderal Widodo telah mendapat
perpanjangan dinas dua kali dari Presiden, selama setahun dan 2
tahun sejak April 1977. Buat para anggota ABRI dari generasi
'45, artinya yang turut berjuang antara 1945-1949, mereka bisa
mengajukan permohonan untuk mendapat Masa Persiapan Pensiun
(MPP) 2 tahun sebelum menginjak usia 55 tahun.
|