Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/X/05 - 11 April 1980
   
Daerah

Tak Punya Calon Lagi

Soewadji dicalonkan untuk masa jabatan yang kedua tidak direstui mendagri. w. surya adisubrata menjadi pjs. ketua dprd akan ikut pamit di wonogiri belum berhasil memilih ulang.

UPACARA itu hening. Hingga suara tokek di langit-langit pendopo
Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terdengar lebih keras dari
biasanya. Keadaan seperti itu barangkali menggambarkan suasana
hati para anggota DPRD Banjarnegara yang sebenarnya masih belum
rela melepas Bupati Soewadji. Pagi 20 Marct itu, dengan
disaksikan Gubernur Soepardjo Roestam, Pjs. Bupati Banjarnegara
Soewadji menyerahkan jabatannya kepada Winarno Surya Adisubrata,
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Ja-Teng.

Winarno yang sudah hadir dalam rapat kerja gubernur/bupati
seluruh Indonesia di Jakarta 10 - 14 Maret, dengan serah terima
itu berstatus Pjs. Bupati Banjarnegara. Tugasnya "mengadakan
pemilihan bakal calon Bupati Banjarnegara dan harus selesai
dalam 6 bulan."

Akan halnya Soewadji yang dicalonkan DPRD untuk masa jabatan
kedua memang tidak direstui oleh Mendagri, meskipun namanya
selalu muncul dan mendapat suara terbanyak dalam 4 kali
pemilihan ulang. Karena itu Mendagri selalu membatalkan hasil
sidang-sidang pemilihan DPRD tersebut (TEMPO, 10 November 1979).

Dalam sidang pemilihan ke 5, ternyata nama bakal calon yang
"diarahkan" yaitu Uhadiono, Kepala Proyek Sempor, hanya mendapat
suara 16, sementara Suparno, Sekwilda Kabupaten Kebumen
menghasilkan 24 suara. Mendagri pun membatalkan hasil pemilihan
ini dan Suparno diminta mengundurkan diri dari pencalonan. Tapi
calon ini menolak.

Sampai akhirnya, 2 Februari, Mendagri menarik Soewadji sebagai
Pjs. Bupati Banjarnegara untuk "memperlancar pemilihan ulang."
Kemudian Soepardjo Roestam mengusulkan Winarno Surya Adisubrata
sebagai penggantinya. Mendagri setuju. Dengan begitu akan
lancarkah pemilihan ulang?

Belum pasti. Sebab pihak DPRD Banjarnegara agaknya sudah tidak
lagi bergairah mengadakan pemilihan. Apalagi, "kami sudah tidak
punya persediaan ca}on lagi," kata salah seorang anggota DPRD
Sebab syarat Mendagri: semua nama calon yang pernah muncul tidak
boleh dicalonkan lagi.

Karena itu serah terima dari Soewadji kepada Winarno berlangsung
dalam suasana lengang, hampir-hampir dapat dikatakan dingin.
Para anggota DPRD tampaknya menyesal atau malahan bingung
apalagi yang harus dilakukan bila semua calon yang telah mereka
pilih sebagai tokoh yang akan memimpin daerah ini telah ditolak.
Lebih-lebih karena Soewadji yang dianggap cukup berhasil
memimpin daerah ini selama masa jabatannya akan segera
meninggalkan Banjarnegara.

Wonogiri

Tapi yang meresahkan kini adalah, Ketua DPRD Banjarnegara
Letkol. Kavaleri Abdoelmutholib sudah siap mengundurkan diri.
Malam hari setelah pelantikan Pjs. Bupati Winarno Surya
Adisubrata, Abdoelmoetholib menegaskan lagi niatnya "akan segera
pamit dari Banjarnegara." Rupanya bujukan beberapa pihak
sebelumnya, antara lain Pangdam VII/Diponegoro, agar
Abdoelmoetholib tetap mengetuai lembaga itu, tidak berhasil.

Segera setelah itu DPRD pun mnghimbau Pjs Bupati Winarno agar
"bupati baru tetap mempertahankan Abdoelmoetholib sebagai Ketua
DPRD". Dalam pertemuan dengan DPRD, 2 hari setelah dilantik,
Winarno hanya berkata tidak akan melibatkan diri dalam urusan
dan hak dewan."

Banyak yang mengkhawatirkan DPRD Banjarnegara akan mengikuti
jejak DPRD Wonogiri, juga masih di Ja-Teng. Wonogiri sampai saat
ini juga belum berhasil menyelenggarakan pemilihan ulang,
setelah Letkol. Maryono tidak jadi dikaryakan. Di Wonogiri, kini
duduk Agus Sumadi, Pembantu Gubernur Ja-Teng untuk daerah eks
Karesidenan Surakarta sebagai Pjs. Bupati.

Sekarang, mau ke mana Soewadji? Pertengahan bulan ini, ia akan
dilantik sebagai Direktur APDN Semarang. Sementara menunggu ia
memutuskan kembali ke rumahnya di Magelang. Ketika bersama
keluarganya meninggalkan Banjarnegara dua hari setelah serah
terima dengan Winarno, Soewadji diantar oleh tokoh-tokoh
masyarakat setempat, termasuk seluruh lurah dan camat
Banjarnegara.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data