Pergantian jabatan Ny. cora moenafrie, 29, istri bekas gubernur sulawesi tengah,
merasa sangat terpukul dengan pemberhentian suaminya & yakin
kebenaranlah yang akan menang.(pt) |
"SEMUA rencana yang telah saya susun dan dilaksanakan sebagian,
terhenti tiba-tiba. Siapa yang tidak merasa sakit hati?" keluh
Ny. Cora Moenafrie, 29 tahun, isteri bekas gubernur Sulawesi
Tengah. "Apalagi karena sampai sekarang tidak jelas apa
sebenarnya kesalahan kami."
Ditemui di rumah kontraknya di Pulo Mas, Jakarta, pagi itu sang
nyonya mengenakan rok warna coklat berbungabunga. Waktu upacara
serah terima jabatan suaminya bulan lalu di gedung DPRD Sul-Teng
di Palu, dia tak bisa hadir karena sakit maagnya kumat. "Dua
hari menjelang upacara itu saya muntah-muntah," ujarnya.
"Mungkin karena banyak pikiran." Lalu sambungnya: "kalau pun
saya hadir, saya yakin tidak akan kuat menghadapinya."
Sesudah tidak jadi nyonya gubernur lagi, kegiatan utamanya ialah
"menjaga Bapak dan anak-anak. Malahan baru sekarang inilah saya
merasakan punya anak." Anaknya 6 orang: 4 lelaki, 2 perempuan.
Selain pekerjaan rumah-tangga, sebetulnya jabatan ketua beberapa
organisasi sosial yang dipegang masih padanya -- sebab belum
diserahkan kepada nyonya Gubernur (baru) Eddy Djadjang
Djajaatmadja.
"Seluruh hidup saya ini hanya untuk suami. Saya mau sibuk dan
aktif di luar kalau itu betul-betul untuk menunjang karir
bapak." Namun karir itu mendadak terhenti. Dia merasa sangat
terpukul. "Untung saja saya tidak bunuh diri," katanya. "Tapi
semua itu adalah cobaan dari Tuhan. Dan saya yakin, kebenaranlah
yang akan menang. Kebenaran itu tak ubahnya seperti lombok:
panas, dan kadang-kadang menyakitkan"
|