Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/IX/10 - 16 November 1979
   
Pokok dan Tokoh

Pergantian jabatan

Ny. cora moenafrie, 29, istri bekas gubernur sulawesi tengah, merasa sangat terpukul dengan pemberhentian suaminya & yakin kebenaranlah yang akan menang.(pt)

"SEMUA rencana yang telah saya susun dan dilaksanakan sebagian,
terhenti tiba-tiba. Siapa yang tidak merasa sakit hati?" keluh
Ny. Cora Moenafrie, 29 tahun, isteri bekas gubernur Sulawesi
Tengah. "Apalagi karena sampai sekarang tidak jelas apa
sebenarnya kesalahan kami."

Ditemui di rumah kontraknya di Pulo Mas, Jakarta, pagi itu sang
nyonya mengenakan rok warna coklat berbungabunga. Waktu upacara
serah terima jabatan suaminya bulan lalu di gedung DPRD Sul-Teng
di Palu, dia tak bisa hadir karena sakit maagnya kumat. "Dua
hari menjelang upacara itu saya muntah-muntah," ujarnya.
"Mungkin karena banyak pikiran." Lalu sambungnya: "kalau pun
saya hadir, saya yakin tidak akan kuat menghadapinya."

Sesudah tidak jadi nyonya gubernur lagi, kegiatan utamanya ialah
"menjaga Bapak dan anak-anak. Malahan baru sekarang inilah saya
merasakan punya anak." Anaknya 6 orang: 4 lelaki, 2 perempuan.
Selain pekerjaan rumah-tangga, sebetulnya jabatan ketua beberapa
organisasi sosial yang dipegang masih padanya -- sebab belum
diserahkan kepada nyonya Gubernur (baru) Eddy Djadjang
Djajaatmadja.

"Seluruh hidup saya ini hanya untuk suami. Saya mau sibuk dan
aktif di luar kalau itu betul-betul untuk menunjang karir
bapak." Namun karir itu mendadak terhenti. Dia merasa sangat
terpukul. "Untung saja saya tidak bunuh diri," katanya. "Tapi
semua itu adalah cobaan dari Tuhan. Dan saya yakin, kebenaranlah
yang akan menang. Kebenaran itu tak ubahnya seperti lombok:
panas, dan kadang-kadang menyakitkan"


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data