|
|
| |
Edisi. 37/IIIIIIII/11 - 17 November 1978
|
|
Tidak Untung-untungan Dari Indonesia
Koni pusat memutuskan, sepak bola tidak diikuntukan ke Asian
Games VIII. Dalam memilih utusan yang mewakili Indonesia pada
pesta olah raga ini, 40% atlet dari berbagai cabang yang
dipelatnaskan tersisih.
|
|
Tidak untung-untungan dari indonesia
Koni pusat memutuskan, sepak bola tidak diikuntukan ke asian
games viii. dalam memilih utusan yang mewakili indonesia pada
pesta olah raga ini, 40% atlit dari berbagai cabang yang
dipelatnaskan tersisih. (or)
|
|
Akal PBSI Cari Uang
Untuk mencari dana, PBSI mencoba menarik sebanyak mungkin
donatur. Dari sejumlah apotik di Jakarta. PBSI juga akan
memperoleh 10 rupiah dari setiap resep yang ditukarkan. (or)
|
|
Lawannya Lebih Bodoh
Tim piala davis Indonesia memastikan diri maju ke babak
berikutnya setelah melengkapi kemenangan 3-0 atas Taiwan di
Senayan. Lawan berikutnya adalah regu India. (or)
|
|
Mengenal Senayan, SBLl Ke Hongkong
Menjelang berlomba di Hong Kong, pembalap-pembalap go-kart
Indonesia yang biasanya berlatih di ancol, melakukan latihan
di lapangan Parkir Timur, Senayan. manajer, tinton suprapto,
yakin akan kemampuan pembalap.
|
|
Mengenal senayan, sbl ke hongkong
Menjelang berlomba di hong kong, pembalap-pembalap go-kart
indonesia yang biasanya berlatih di ancol, melakukan latihan
di lapangan parkir timur, senayan. manajer, tinton suprapto,
yakin akan kemampuan pembalap.
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|