Aspirin Dan Kandungan Dalam kongres pengobatan keracunan I di kota Lyons, Prancis,
Prof. Martial Dumont menyebuntukan pemakaian aspirin dapat
merusak janin dalam kandungan. Zat aktif acetyl salicyclic
dengan mudah mencapai janin. (ksh) |
ASPIRIN, obat yang paling banyak digunakan untuk menyembuhkan
panas dan nyeri, dalam dosis besar bisa merusak janin. Wanita
dianjurkan untuk tidak menggunakan obat tersebut selama
mengandung.
Prof. Martial Dumont yang berbicara dalam Kongres Pengobatan
Keracunan I di kota Lyons, Perancis awal Juli ini, menyebutkan
zat aktif dalam aspirin yang bernama acetylsalicylic dengan
mudah bisa mencapai janin setelah melalui ari-ari.
"Meskipun aspirin dalam dosis rendah tidak merusak orok, tapi
yang jelas aspirin sudah dicerca karena terjadinya pendarahan
kandungan pada minggu-minggu terakhir," katanya.
Kongres tersebut bersepakat untuk menyatakan bahwa masa tiga
bulan pertama, bagi janin merupakan jangka waktu yang amat
rawan. Tapi tak berarti sisanya merupakan masa yang aman bagi
cacad fisik yang bisa ditimbulkan oleh efek samping obat-obatan.
Martial Dumont dalam kongres itu menganjurkan larangan total
bagi penggunaan hormon dalam masa mengandung. Hormon Androgen
katanya bisa mengakibatkan tumbuhnya sifat kelaki-lakian pada
janin perempuan. Sedang hormon estrogen bisa menimbulkan ancaman
jangka panjang (15 sampai 20 tahun) terhadap kesehatan
keturunan.
Ia juga menyebutkan bahaya penggunaan obat penenang. Karena bisa
merangsang pendarahan yang lebih banyak ketika melahirkan.
Merusak pembentukan jantung dan syaraf si orok. Sedangkan
insulin yang digunakan untuk ibu-ibu penderita kencing manis
katanya sangat berguna untuk pertumbuhan janin. Asal si ibu
jangan meminum obat-obatan untuk menurunkan kolesterol. Satu
gejala yang acap menyertai penderita kencing manis.
Untuk ibu-ibu yang suka muntah-muntah pagi, ahli kandungan itu
menganjurkan untuk hanya menggunakan penicilin yang sudah jelas
sip. Jangan sekali-kali menggunakan obat antibiotik lain.
|