|
|
| |
Edisi. 17/IIIIIIII/24 - 30 Juni 1978
|
|
Nasib Mereka, Berjalan Kaki
Jalan raya buatan Belanda sepanjang 367 km di P. Nias, kini
tinggal 50 km. Pemulihannya di masa pelita tersendat. Penduduk
mengangkut hasil pertaniannya dengan jalan kaki, hingga enggan
menanam padi.(dh)
|
|
Masih Soal Ibukota
Rencana pembangunan ibukota Kabupaten Bogor di desa Rancamaya,
kecamatan Ciawi, gagal. SK sudah dikeluarkan anggota DPRD thn
1975. Mendagri mengharuskan penyesuaian dengan pengembangan
wilayah. (dh)
|
|
Panen Besar, Petani Khawatir
Para petani padi di seluruh Kalimantan Selatan akan panen
besar, tapi kapasitas gudang Dolog tidak mungkin menampung
semuanya. Gubernur Subardjo menghendaki agar Dolog tetap
melakukan pembelian. (dh)
|
|
Tinggal Sarana
Timor Timur harus mempersiapkan sarana pemerintahan daerah
sebelum 1979, hingga dapat turut serta melaksanakan program
pelita III. Para bupati telah siap bertugas, tapi
gedung-gedung untuk kantor belum ada.(dh)
|
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|