Masuk Parlemen Inggris Inggris mengungkapkan udang beku dari Indonesia yang membusuk,
setelah ditolak di inggris di kemas kembali di Belanda lalu
dijual di Inggris. Ditjen perikanan mempersoalkan kesyahan
ekspor. (eb) |
MARET 1977, udang beku sebanyak 4 ton dikapalkan dari Sumatera
menuju AS. Setiba di New York komoditi ini sudah membusuk. FDA,
badan pengawas makanan dan minuman AS, menolaknya. Lantas ia
dikapalkan ke Liverpool (Inggeris). Juga pejabat kesehatan
Inggeris menolaknya. Pedagang kemudian membawa udang itu ke
negeri Belanda untuk dikemas kembali. Sesudah kelihatan rapi,
udang itu akhirnya masuk di negeri Inggeris hingga diJual kepada
restoran Cina dan India setempat.
Kejadian tahun lalu itu diungkap orang di Parlemen Inggeris
baru-baru ini. Menurut Reuter, anggota Parlemen Dough Hoyle akan
mendesak pemerintah Inggeris supaya memperketat peraturan impor
bahan makanan. Kasus udang Indonesia itu yang dijadikannya
contoh hampir tak masuk akal. Jika benar, para pejabat kesehatan
Inggeris yang biasanya teliti sungguh sudah kebobolan. Tapi
benarkah itu? Selama ini pemerintah RI tidak pernah diberitahu.
"Itu bukan masalah kita," kata Mochtar, direktur Ekspor, Ditjen
Perdagangan.
Namun masalah itu pasti makin merusak gambaran orang di luar
negeri mengenai komoditi ekspor Indonesia. Seakan-akan sudah ada
anggapan umum bahwa Indonesia terlalu gegabah mengekspor, tanpa
memperhatikan kwalitas dan kemasannya. Apalagi pernah dalam
tahun 1976 dikapalkan minyak atsiri palsu dari Tg. Priok yang
membuat para importir di AS dan Eropa selalu berprasangka
terhadap komoditi Indonesia.
Ditjen Perikanan, menurut satu pejabatnya, menanggapi berita
Reuter secara sungguh-sunguh. Persoalan ialah apakah udang itu
diekspor secara sah. Biasanya, Dinas Perikanan tingkat propinsi
mengeluarkan sertifikat ekspor setelah komoditinya. diuji di
laboratorium resmi. Ada 11 ibukota propinsi yang memiliki
laboratorium khusus untuk ekspor ikan tersebut.
Indonesia menghasilkan US$ 164 juta dari ekspor ikan (termasuk
udang) tahun 1977/78. Khusus udang, hasil ekspor Indonesia tahun
lalu di bawah US$150.000 -- masih sedikit.
|