Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/IIIIIIII/13 - 19 Mei 1978
   
Ekonomi dan Bisnis

Masuk Parlemen Inggris

Inggris mengungkapkan udang beku dari Indonesia yang membusuk, setelah ditolak di inggris di kemas kembali di Belanda lalu dijual di Inggris. Ditjen perikanan mempersoalkan kesyahan ekspor. (eb)

MARET 1977, udang beku sebanyak 4 ton dikapalkan dari Sumatera
menuju AS. Setiba di New York komoditi ini sudah membusuk. FDA,
badan pengawas makanan dan minuman AS, menolaknya. Lantas ia
dikapalkan ke Liverpool (Inggeris). Juga pejabat kesehatan
Inggeris menolaknya. Pedagang kemudian membawa udang itu ke
negeri Belanda untuk dikemas kembali. Sesudah kelihatan rapi,
udang itu akhirnya masuk di negeri Inggeris hingga diJual kepada
restoran Cina dan India setempat.

Kejadian tahun lalu itu diungkap orang di Parlemen Inggeris
baru-baru ini. Menurut Reuter, anggota Parlemen Dough Hoyle akan
mendesak pemerintah Inggeris supaya memperketat peraturan impor
bahan makanan. Kasus udang Indonesia itu yang dijadikannya
contoh hampir tak masuk akal. Jika benar, para pejabat kesehatan
Inggeris yang biasanya teliti sungguh sudah kebobolan. Tapi
benarkah itu? Selama ini pemerintah RI tidak pernah diberitahu.
"Itu bukan masalah kita," kata Mochtar, direktur Ekspor, Ditjen
Perdagangan.

Namun masalah itu pasti makin merusak gambaran orang di luar
negeri mengenai komoditi ekspor Indonesia. Seakan-akan sudah ada
anggapan umum bahwa Indonesia terlalu gegabah mengekspor, tanpa
memperhatikan kwalitas dan kemasannya. Apalagi pernah dalam
tahun 1976 dikapalkan minyak atsiri palsu dari Tg. Priok yang
membuat para importir di AS dan Eropa selalu berprasangka
terhadap komoditi Indonesia.

Ditjen Perikanan, menurut satu pejabatnya, menanggapi berita
Reuter secara sungguh-sunguh. Persoalan ialah apakah udang itu
diekspor secara sah. Biasanya, Dinas Perikanan tingkat propinsi
mengeluarkan sertifikat ekspor setelah komoditinya. diuji di
laboratorium resmi. Ada 11 ibukota propinsi yang memiliki
laboratorium khusus untuk ekspor ikan tersebut.

Indonesia menghasilkan US$ 164 juta dari ekspor ikan (termasuk
udang) tahun 1977/78. Khusus udang, hasil ekspor Indonesia tahun
lalu di bawah US$150.000 -- masih sedikit.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data