Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 10/IIIIIIII/06 - 12 Mei 1978
   
Kota

Sebuah Kolam Renang

Pembuatan kolam renang di Samarinda tidak memenuhi syarat untuk olah raga renang. Terlalu dalam & disatukan dengan tempat loncat indah. PAM keberatan karena dapat mengganggu suplai air ke penduduk. (kt)

SEBUAH kolam renang sedang disiapkan untuk warga Kota
Sarnarinda. Kolam itu terletak di Segiri, berdampingan dengan
lapangan sepak bola yang menurut banyak kalangan mutunya masih
di bawah standar. Dan ternyata kolam renang itu juga tidak
memenuhi persyaratan, setidak-tidaknya dari segi kepentingan
olahraga. Sebab kolam itu tak mungkin digunakan untuk latihan
atau pertandingan renang. Terutama karena kedalamannya sampai
mencapai 4,5 meter sedangkan menurut standar terakhir semustinya
hanya 2 meter. Juga tempat loncat indah disatukan di kolam itu,
satu hal yang tak diperkenankan lagi dalam olahraga renang.

Pada mulanya drs. Soleh, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga P
& K Kalimantan Timur mencoba memperingatkan pihak Dinas
Pekerjaan Umum (yang membuatnya) agar tehnis pembuatan kolam itu
ditinjau kembali. Yaitu agar disesuaikan dengan persyaratan bagi
olahraga renang. Juga Marsekal (U) dr. Abubakar Saleh dari KONI
Pusat, menyatakan ketak-setujuannya. "Pola bangunan ini tidak
memenuhi syarat tehnis" kata Abubakar. Tapi ir. Priyatman
Patmadireja, Kepala PU Kalimantan Timur rupanya tak mungkin lagi
merubah apa yang sudah dibuatnya. "Kalau dirubah musti tambah
biaya" kata Priyatman. Sedangkan tampaknya juga pihak Pemda
Kalimantan Timur tak mungkin menambah biaya. Sebab tak kurang
dari Rp 372 juta uang telah dihabiskan untuk kolam renang itu.
Sehingga target Priyatman yang semula banyak mengatakan kolam
renang itu sebagai "kolam prestasi (olahraga)", agaknya tak
tercapai. Sebab seperti kata Abubakar, "paling-paling hanya
berguna untuk rekreasi."

PAM

Sementara itu kecemasan datang dari pihak Perusahaan Air Minum
(PAM) Samarinda. Tentu dalam hubungannya dengan penyediaan air
bersih untuk mengisi kolam itu. Sebab menurut ir. Yusrani A.
Pris, Kepala PAM Samarinda. untuk mengisi kolam renang yang
bakal melahap air sebanyak 2.000 m3 itu, diperlukan waktu
setidaknya seminggu. Maklum kapasitas PAM Samarinda hanya 3
liter/detik. "Kalau tiap pertengahan bulan air musti diganti,
suplay air di daerah sekitarnya akan terganggu" kata Yusrani.
Karena itu diusulkan agar kolam itu nanti menggunakan instalasi
pembersih, hingga airnya dapat digunakan selama 2 sampai 3
bulan. Ini dimaksudkan untuk mengurangi beban PAM.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data