Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/IIIIIIII/29 April - 05 Mei 1978
   
Luar Negeri

Mobil Tabrakan. 12 Ditembak

Mobil jenderal mustafa adrisi, wapres uganda, tabrakan dengan sebuah truk. Para pengawal langsung menembak membabi buta ke sekeliling tempat kejadian. 12 tewas & sejumlah besar korban menderita luka. (ln)

TAHUN 1978 adalah "tahun perdamaian, cinta dan ketenangan."
Begitu maklumat Marsekal Idi Amin ketika menyambut tahun baru
beberapa bulan silam. Setelah maklumat itu, lama tidak terdengar
berita dari Uganda. Tapi 12 April yang lalu, sebuah koran di
Nairobi secara dramatis memberitakan suatu kejadian berdarah
yang mengakibatkan kematian 12 orang serta sejumlah besar
menderita luka.

Sumber berita bagi koran Nairobi itu berada di Kampala. Dan
kisahnya bermula pada sebuah tabrakan antara mobil yang
ditumpangi Jenderal Mustafa Adrisi, Wakil Presiden Uganda,
dengan sebuah truk. Para pengawal sang jenderal -- tanpa tunggu
perintah -langsung saja menembak membabi buta ke sekeliling
tempat kejadian. Kabarnya para pengawal itu yakin betul bahwa
tabrakan itu adaiah suatu insiden yang direncanakan. Dan
Jenderal Adrisi memang menderita luka-luka. Untuk itulah maka
diterbangkan ke Kairo guna mendapatkan perawatan.

Setelah tabrakan dan selepas tembakan yang membabi buta itu,
pasukan keamanan Uganda datang lagi ke tempat kejadian untuk
melakukan pemeriksaan lewat interogasi terhadap sejumlah 160
orang yang berada di sekitar tempat kecelakaan itu. Kampung asal
sopir truk juga tidak luput mendapat kunjungan para petugas.

Hingga awal pekan ini belum juga diketahui sikap Idi Amin
terhadap kecelakaan yang menimpa wakilnya serta insiden berdarah
yang kemudiani menyusul di tempat yang sama. Tapi mengingat
bahwa alasan yang dipergunakan para pengawal untuk tindakan
mereka itu adalah hal yang rawan dari rezim Amin, bisa saja para
pengawal itu mendapat bintang jasa dari presiden mereka. Dan
kejadian semacam itu bukan hal yang luar biasa di Uganda.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data