Yang Baru, Merugikan PLN masih merugi di proyek PLTD yang baru diresmikan di Samarinda karena masih banyak sisa tak terpakai dari kapasitas yang terpasang. Sementara, ribuan rumah buruh pelabuhan masih belum berlistrik. (kt) |
BULAN lalu dua proyek Pembangkit Listerik Tenaga Diesel PLTD)
Kalimantan Timur diresmikan pemakaiannya. Satu di Balikpapan dan
satu lagi di Samarinda. Kapasitasnya sama, masing-masing 24 MW.
Tak kurang dari Sekjen PUTL Ely Soengkono sendiri yang
meresmikan kedua proyek itu.
Tapi sayang, belum seminggu setelah peresmian, nyala listerik di
Kota Samarinda megap-megap. Bahkan pernah dua malam
berturut-turut mati total. Tak salah lagi, seluruh kota gelap
gulita. Tentu saja warga kota harus menggerutu panjang,
lebih-lebih setelah ingat tenaga pembangkit listerik itu baru
beberapa hari sebelumnya diresmikan.
Sebelum protes berkepanjangan, Kepala PLN Samarinda, ir. Gaja
Lumban Gaol, cepat-cepat memberi penjelasan. "Soalnya kita masih
dalam tarap penyesuaian," ujarnya. Maksudnya disesuaikan dengan
jaringan yang ada di Samarinda Seberang. Sebelumnya Samarinda
Seberang memang hanya berlisterik 12 jam saja sehari semalam,
sementara bagian kota lainnya menyala penuh.
Nah pada malam pertama yang gelap itu, PLN memang hanya memasang
1 unit saja untuk kedua bagian kota dengan kekuatan 4040 KW.
Ternyata tak cukup. Lalu digandeng dengan mesin lama yang
berkekuatan 1.500 KW. Tak cukup juga. Malahan mesin mendadak
jatuh. Akhirnya dipasang 2 unit mesin baru, sekaligus. Memang
beres. Tapi menurut Lumban Gaol dengan memakai sekaligus 2 unit
mesin baru itu PLN dirugikan secara komersil. Sebab daya
terpasang banyak yang nganggur, alias tak terpakai. Karena
jumlah langganan lebih sedikit dari kemampuan daya. Kata Lumban
Gaol, sisa tak terpakai itu 2.000 KW lebih, sementara pemakaian
langganan hanya sekitar 6.000 KW.
Perumahan UKA
Untuk sementara, meskipun kota Samarinda sudah terang benderang,
PLN memang harus bertahan dalam keadaan rugi itu. Tapi ribuan
rumah buruh UKA (pelabuhan) di Mangkupalas, Samarinda Seberang,
sudah jadi inceran PLN untuk dijadikan langganan baru. Dan
ternyata dari 250 buah rumah UKA yang selesai itu memang belum
berlisterik. "Kita akan minta bantuan Pemda agar rumah-rumah itu
dipasang listerik kalau tidak PlN akan rugi terus," ucap Lumban
Gaol.
Kota Balikpapan lebih beruntung dari Samarinda. Sebab seluruh
daya 2 unit mesin baru yang dimilikinya terjual semua.
Langganannya terutama hotel-hotel besar dan kantor-kantor
perusahaan asing yang tak sedikit di kota minyak itu. Bahkan
jika Pertamina diharuskan memakai listerik PLN, berarli harus
ditambah 1 unit lagi.
|