Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/IIIIIIII/22 - 28 April 1978
   
Kota

Yang Baru, Merugikan

PLN masih merugi di proyek PLTD yang baru diresmikan di Samarinda karena masih banyak sisa tak terpakai dari kapasitas yang terpasang. Sementara, ribuan rumah buruh pelabuhan masih belum berlistrik. (kt)

BULAN lalu dua proyek Pembangkit Listerik Tenaga Diesel PLTD)
Kalimantan Timur diresmikan pemakaiannya. Satu di Balikpapan dan
satu lagi di Samarinda. Kapasitasnya sama, masing-masing 24 MW.
Tak kurang dari Sekjen PUTL Ely Soengkono sendiri yang
meresmikan kedua proyek itu.

Tapi sayang, belum seminggu setelah peresmian, nyala listerik di
Kota Samarinda megap-megap. Bahkan pernah dua malam
berturut-turut mati total. Tak salah lagi, seluruh kota gelap
gulita. Tentu saja warga kota harus menggerutu panjang,
lebih-lebih setelah ingat tenaga pembangkit listerik itu baru
beberapa hari sebelumnya diresmikan.

Sebelum protes berkepanjangan, Kepala PLN Samarinda, ir. Gaja
Lumban Gaol, cepat-cepat memberi penjelasan. "Soalnya kita masih
dalam tarap penyesuaian," ujarnya. Maksudnya disesuaikan dengan
jaringan yang ada di Samarinda Seberang. Sebelumnya Samarinda
Seberang memang hanya berlisterik 12 jam saja sehari semalam,
sementara bagian kota lainnya menyala penuh.

Nah pada malam pertama yang gelap itu, PLN memang hanya memasang
1 unit saja untuk kedua bagian kota dengan kekuatan 4040 KW.
Ternyata tak cukup. Lalu digandeng dengan mesin lama yang
berkekuatan 1.500 KW. Tak cukup juga. Malahan mesin mendadak
jatuh. Akhirnya dipasang 2 unit mesin baru, sekaligus. Memang
beres. Tapi menurut Lumban Gaol dengan memakai sekaligus 2 unit
mesin baru itu PLN dirugikan secara komersil. Sebab daya
terpasang banyak yang nganggur, alias tak terpakai. Karena
jumlah langganan lebih sedikit dari kemampuan daya. Kata Lumban
Gaol, sisa tak terpakai itu 2.000 KW lebih, sementara pemakaian
langganan hanya sekitar 6.000 KW.

Perumahan UKA

Untuk sementara, meskipun kota Samarinda sudah terang benderang,
PLN memang harus bertahan dalam keadaan rugi itu. Tapi ribuan
rumah buruh UKA (pelabuhan) di Mangkupalas, Samarinda Seberang,
sudah jadi inceran PLN untuk dijadikan langganan baru. Dan
ternyata dari 250 buah rumah UKA yang selesai itu memang belum
berlisterik. "Kita akan minta bantuan Pemda agar rumah-rumah itu
dipasang listerik kalau tidak PlN akan rugi terus," ucap Lumban
Gaol.

Kota Balikpapan lebih beruntung dari Samarinda. Sebab seluruh
daya 2 unit mesin baru yang dimilikinya terjual semua.
Langganannya terutama hotel-hotel besar dan kantor-kantor
perusahaan asing yang tak sedikit di kota minyak itu. Bahkan
jika Pertamina diharuskan memakai listerik PLN, berarli harus
ditambah 1 unit lagi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data