Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/IIIIIIII/08 - 14 April 1978
   
Kota

Sulaiman Dan Lampu Lalu Lintas

Sulaiman Bin Sahomi, 18, meninggal disengat aliran listrik di lampu penyebrangan Jl. Rasuna Said, Jakarta. penyebabnya sambungan kabel penghubung kotak otomatik dengan lampu lalu lintas tak sempurna. (kt)

NASIB sial telah menimpa Sulaiman bin Sahomi, 18 tahun,
pertengahan bulan lalu. Pedagang bubur keliling itu tewas di
dekat lampu penyeberangan di Jalan Raya Rasuna Said (Kuningan)
Jakarta. Waktu itu hujan baru selesai turun, cukup deras. Dan
sewaktu pedagang bubur itu berdiri di dekat tiang lampu
penyeberangan, tiba-tiba tubuhnya disengat aliran listerik yang
rupanya merambat melalui genangan air bekas hujan dari kabel
lampu pengatur penyeberangan yang tertanam di bawah tanah.

Mengapa bisa terjadi begitu? "Itu bukan tanggung jawab PLN" elak
Widiarso dari PLN Distribusi DKI dan Tanggerang. Sebab, menurut
Widiarso, ternyata arus listerik yang menyebabkan kematian itu
berasal dari kabel lampu pengatur lalu lintas. Meskipun aliran
listeriknya berasal dari kabel PLN, katanya, tapi aiiran
listerik penyebab peristiwa itu sudah melalui kabel lampu lalu
lintas yang jadi urusan pihak DLLAJR DKI. Pihak PLN, tambah
Widiarso lagi, hanya ikut mengawasi sampai pada keadaan apakah
tempat pengambilan tenaga listerik itu (yakni kabel PLN) sudah
dalam keadaan baik dan aman atau tidak.

Di Luar Dugaan

Pihak DLLAJR DKI memang tak mengelak. "Di luar dugaan dan
perhitungan," ucap F. Suwarto MSc, Kepala DLLAJR DKI kepada
TFMPO. Menurutnya, pengamaman terhadap kabel pengantar arus
listerik lampu lalu lintas dari pihak DLLAJR sudah cukup
dilakukan. "Kekuatan kabel itu sendiri bisa bertahan sampai 50
tahun" turut Suwarto. Dalam hal ini pihak PLN tak mau kalah.
"Selain kabel-kabel PlN terbungkus isolasi kokoh, galiannya
ditimbuni tegel-tegel yang kuat" turut Widiarso lagi.

Tambah pula PLN juga melakukan pengamanan ketat misalnya dengan
memendam kabel tegangan menengah (20 KV atau 20.000 volt) ke
dalam tanah. Yang bertegangan rendah (220 volt) dipasang di
udara dengan jaminan keamanan. Bahkan di beberapa wilayah,
misalnya Condet dan sekitar Jalan Mahakam Kebayoran Baru,
kabel-kabel tegangan rendah itu dibungkus. Dijanjikan, secara
bertahap seluruh kabel yang menjuntai di udara itu akan
dibungkus. "Tapi masyarakat tetap diminta hati-hati" tambah
Widiarso, "sebab selain besar manfaatnya, arus listerik memang
berbahaya. "

Menurut pihak DLLAJR DKI, kematian Sulaiman bin Sahomi ternyata
karena sambungan kabel penghubung kotak otomatik dengan lampu
lalu lintasnya dalam keadaan tak sempurna. Hal ini tak akan
ketahuan bila tak terjadi genangan air. "Kejadian itu suatu
ketakberuntungan, tak perlu dicari-cari siapa yang salah"
komentar B. Harahap juru bicara Pemda DKI Jakarta.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data