Dokter Kandungan Dari Siliwangi Riwayat hidup Suwardjono Surjaningrat mulai dari jabatan
kepala bagian perencanaan dan operasi resimen 6 Brigade II
Divisi I Siliwangi 1945-1950 sampai jadi Menteri
Kesehatan.(ksh) |
KARIR Suwardjono Surjaningrat di bidang militer bisa dimulai
dari jabatan Kepala Bagian Perencanaan dan Operasi Resimen 6
Brigade III Divisi I Siliwangi, 1945-1950. Lantas perwira
kesehatan Siliwangi. Sesudah menyelesaikan pendidikan
kedokterannya tahun 1954, tiga tahun kemudian berhasil menjadi
spesialis kebidanan dan penyakit kandungan --juga dari FKUI.
Minatnya dalam bidang kebidanan dan kandungan membawanya
berkelana beberapa tahun di luar negeri terutama Amerika
Serikat. Antara lain di John Hopkins University.
Delapan tahun di BKKBN, dia konon pemimpin yang berdisiplin.
Satu kali ia menunggui buku absensi--dengan maksud
mendisiplinkan jam masuk para pegawai--meskipun dia hanya
mendiamkan pegawai yang datang terlambat. "Kami tak merasa
dipimpin seorang militer," kata dr Ida Sukaman, Sekretaris
BKKBN. "Mungkin Pak Suwardjono pun sudah lupa bagaimana cara
berbaris."
Selain menjadi Sekjen Depkes dan Ketua BKKBN, sebelum jadi
Menteri, dia juga Ketua Perkumpulan Ahli Obstetri dan Kandungan
Indonesia. Praktek pribadi di rumahnya di Jalan Wahid Hasyim
sudah tak sempat dia laksanakan -- tapi masih dipertahankannya
dengan meninggalkan asisten. "Saya kira isteri saya yang buka
praktek umum juga akan menghentikan kegiatannya." Sebab katanya,
isterinyalah yang antara lain mengurus segala tetek-bengek rumah
tangga sekaligus menengok anak-anak mereka yang belajar di
Bandung.
"Saya sendiri sebenarnya lebih senang tinggal di rumah ini. Tapi
karena tugas, saya akan tinggal di kompleks perumahan menteri --
mungkin tiga bulan lagi, setelah Pak Siwabessy selesai. Tapi
rumah itu nanti hanya untuk tamu resmi. Saya akan selalu di
sini, supaya teman-teman lama tidak sungkan," katanya.
Tentang Siwabessy sendiri, belum diceritakannya semua
rencananya. Di rumah kediaman resminya di kompleks menteri itu,
sebelum berangkat ke Istana untuk pelantikan Kabinet, ia
bertutur kepada Martin Aleida dari TEMPO: "Saya sudah tenang
sekarang. Saudara Suwardjono sudah mengerti masalah yang dia
hadapi: sudah dua setengah bulan dia jadi Sekjen. Biar dia
bekerja, jangan diganggu pendapat-pendapat yang memancing." Lalu
dia menyatakan niatnya untuk mudik dulu ke kampung yang sudah
lama ditinggalkannya di Ambon.
|