Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/IIIIIII/11 - 17 Februari 1978
   
Nasional

Jawa Banjir, Bali Ditiup

Ja-tim dilanda banjir karena luapan bengawan solo. gubernur ja-tim sunandar memberikan bantuan pangan pada pengungsi. angin kencang yang melanda bali merobohkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa. (nas)

KABAR yang tak enak datang secara beruntun dari arah timur pulau
Jawa. Belum sempat reda dari pembicaraan ihwal banjir yang
menerjang Rembang di Jawa Tengah, akhir Januari lalu luapan
Bengawan Solo juga merenggut korban di beberapa kabupaten di
Jawa Timur (lihat Daerah).

Setelah menyaksikan dari dekat akibat musibah bah itu, gubernur
Jawa Timur Sunandar Priyosudarmo memutuskan bahwa dalam waktu
seminggu para pengungsi diberi bantuan. Kabupaten Lamongan
diberi 20 ton beras, 600 Kg ikan asin, 5 ribu liter minyak
tanah. Untuk kabupaten Bojonegoro bantuan itu berupa 15 ton
beras, 500 Kg ikan asin, 6 ribu liter minyak tanah. Di samping
itu diturunkan pula sarung baru 600 potong serta uang Rp 2,5
juta untuk keperluan membuat barak darurat. Kabupaten Tuban
beroleh 50 ton beras, 1.500 Kg ikan asing, 45 ribu liter minyak
tanah, dua ribu potong sarung baru dan uang R 12 juta lebih
guna mendirikan barak-buak.

Tentu boleh diharapkan bantuan itu bakal selamat salnpai ke
tangan yang berhak menerima, dan sambil menunggu perkembangan
selanjutnya perlu pula dicatat musibah lain yang menimpa Bali,
seperti laporan Koresponden TEMPO Putu Setia. Luka bekas gempa
tempo hari di pulau dewata ini belum sembuh benar, ketika akhir
Januari kemarin gelombang angin bertiup dengan kencang.

Di Denpasar, misalnya angin yang menggebu-gebu disertai hujan
pula mengakibatkan penduduk yang rumahnya dekat pohon menjadi
gelisah semalaman. Di sana-sini memang banyak pohon tumbang dan
atap rumah pun berterbangan. Kota Denpasar terbilang gelap
total, lantaran jaringan listerik tertimpa pohon.

Ternyata angin tak melulu berputar di seantero Denpasar. Sebah
pada pagi hari Mingyu laporan ihwal angin itu mengalir dari
berbagai kabupaten. Gubernur Sukarmen yang sedang mengunjungi
kabupaten Tabanan, langsung menyaksikan sejumlah runtuhan akibat
sapuan angin itu. Ada 30 rumah yang roboh dan tercatat dua jiwa
melayang.

Tapi kabupaten Gianyar nampaknya merupakan korban angin yang
paling parah. Di celah reruntuhan Balai Lesa di kecamatan
Payangan sudah ditemukan tiga orang meninggal, 4 luka berat dan
dua patah pinggang. Sampai abu awal Pebruari barusan angin
masih menderu-deru.

Balai Prof. Takdir

Lebih malang lagi desa Seraya di kabupaten Karangasem.
Penduduknya miskin dan tengah dilanda KKM (kemungkinan kurang
makan) pula, lalu ditimpa hembusan angin lagi. Apa boleh buat
tanaman jagung yang berumur dua bulan pun habis tandas. Penduduk
yang berada dalam kondisi kritis ini oleh gubernur Sukarmen
dianjurkan untuk segera bertransmigrasi. Di Karangasem ini
banyak bangunan roboh, tiga orang meninggal ditimpa pohon aren
ketika mengetam padi.

Di Klungkung, mujur tak sampai ada korban jiwa. Namun bumi
nyaris rata dengan onggokan rumah yang tertimpa pohon. Nelayan
di pantai Kusamba pun tak kurang menderita, karena mereka tak
mungkin melaut menghadang ombak yang juga mengganas.

Hubungan lalu-lintas Denpasar-Singaraja menjadi sepi sampai awal
bulan ini, karena di Bedugul angin mengamuk pula. Sedangkan di
kabupaten Buleleng lidah angin sempat menjilat desa Wanagiri dan
menghajar 419 rumah. Tiga bangunan SD di sana pun roboh. Di desa
ini saja taksiran kerugian meliputi Rp 13 juta lebih.

Di Singaraja, dua pasar di Pancari ambruk, Pura Dalem hancur, SD
yang dibangun dengan swadaya pun rata dengan tanah. Kerugian
kabarnya meliputi Rp 11 juta. Lalu padang golf mewah di
Pancasari juga tak luput: 12 cottage dan 5 club house rusak
berat. Puluhan hektar kebun kopi diperkirakan gagal panen tahun
ini, karena kena runtuhan pohon dadap.

Angin yang membawa hujan itu pun melanda kabupaten Bangli. Areal
pertanian kopi, jeruk dan pisang di tebing terkelupas tanahnya,
ditambah pula nimbrungnya endapan lahar dingin, telah
membenamkan sejumlah rumah penduduk di kaki barat Gunung Batur.
Di timur Gunlmg Batur pun sama saja. Di sini ada Balai Seni Toya
Bungkah (milik Prof Takdir Alisjahbana) yang belum diketahui
bagaimana nasibnya, karena daerah menuju ke sana hancur. Ini
tentu berita tak enak buat Takdir yang akan berulang tahun ke-70
tanggal 11 Pebruari ini.

Sebagian besar penduduk di malam buta itu menyelamatkan diri
ditingkah kilatan petir. Seorang perempuan tua bahkan tertimbun
separoh badannya oleh lumpur. Untung ketika itu ada air
mengalir dan lumpur itu luluh. Nenek itu selamat, tapi dua
cucunya terbenam di lumpur. Sejumlah 625 penduduk yang mengungsi
itu buat sementara ditampung di Balai Masyarakat Kintamani.
"Daerah kami memang sial, dikira cuma angin saja, tau-tau juga
ketiban tanah longsor," kata bupati Bangli Winaya dengan wajah
murung.

Singkatnya seluruh pulau kayangan itu kini rasanya sedang gawat.
Laporan dalam bentuk surat-kawat dari para bupati kepada
gubenur memang datang beruntun. Dan biasanya, mereka rada
bernafsu mencantumkan angka yang angker mengenai jumlah kerugian
yang diderita daerahnya, seperti pengalaman musibah gempa dulu.

Mungkin belajar dari pengalaman itu, gubernur Sukarmen
wanti-wanti mengingatkan: agar para bupati tak usah
melebih-lebihkan keadaannya dalam melaporkan angka-angka itu.
Diingatkan pula: "Bali memang berada dalam daerah bencana,
karena berada dalam jalur gempa. Kita jangan cengeng, sedikit
bencana sudah mengeluh," ujarnya. Tapi apakah bencana yang
barusan ini memang sedikit?


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data