Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 49/IIIIIII/04 - 10 Februari 1978
   
Pariwisata

Masya Allah, Kata Azwar Anas

Danau di atas dan danau di bawah terletak di tenggara padang. setelah dikunjungi oleh gubernur sumbar azwar anas, jalan ke arah danau tersebut diperbaiki untuk meningkatkan pariwisata.(pws)

PERNAH dengar nama Danau Di Atas dan Danau Di Bawah? Meski
letaknya hanya sekitar 60 Km di tenggara Kota Padang, nasibnya
toh bagai perawan dalam pingitan. Sampai datang saatnya Gubernur
Sumatera Barat, ir. Azwar Anas baru-baru ini singgah di sana,
dan ia terpesona: "Masya Allah, indahnya . . . ," katanya.

Dibanding dengan Singkarak dan Maninjau yang sudah lebih dulu
tersohor, Danau Di Atas dan Di Bawah itu tampaknya menjanjikan
wajah lain yang juga elok. Kedua danau itu masing-masing luasnya
3000 Ha dan 1.400 Ha saat ini belum dijamah sama sekali. Belum
satupun bangunan berdiri di seputar danau yang kelandaiannya tak
kalah dari Danau Toba itu. "Kalau ada yang ingin membangun
bungalow dan hotel tidak ada persoalan tanah di sini," ujar
seorang pemuka masyarakat setempat.

Tapi mengapa sebegitu jauh Danau Di Atas dan Di Bawah itu luput
dari perhatian? Para pqabat dari kalangan pariwisata Sumatera
Barat sendiri agaknya agak malu-malu menawarkan pelancongan ke
arah sana, karena jalan raya yang ada berkondisi buruk. Baru
setelah ada kunjungan Gubernur Azwar Anas itu, pihak Bapparda
Sumbar mulai menaruh perhaian. Dan sqak bulan belakangan ini
dilakukan pula perbaikan jalan menuju Solok Selatan.

Bersamaan dengan itu Kabupaten Solok sendiri merencanakan
perbaikan jalan melingkar menuju Bukit Sileh ke arah Solok. Ini
berarti pengunjung dari Padang bisa melanjutkan perjalanan arah
Solok dan Bukittinggi, setelah bersantai di Danau Di Atas dan
Danau Di Bawah. Kedua danau yang berdampingan itu cuma terpaut
jarak sekitar 3 Km.

Modal Keindahan

Dengan ditemukannya sepasang danau di dekat Alahan Panjang
(Solok Selatan) itu, tentu bakal menambah alamat kaum pelancong
untuk Sumatera Barat. Alamnya yang permai ini memang merupakan
modal khas bagi propinsi ini di bidang pariwisata. Lain halnya
dengan Bali yang mengandalkan bahan wisata-budaya, maka Sumatera
Barat tak dapat lain kecuali menonjolkan keindahan alamnya.

Sejak daerah ini ditetapkan oleh Dirjen Pariwisata sebagai salah
satu daerah tujuan wisatawan sekitar 8 tahun yang silam, jumlah
wisatawan asing maupun domestik nampak meningkat terus.
Misalnya, di tahun 1970 tercatat hampir 85 ribu wisatawan yang
datang dan tahun yang lalu ditaksir jumlah itu meliputi 300
ribu. Kemajuan yang ditunjukkan angka-angka itu tentu sudah
waktunya diimbangi pula dengan peningkatan fasilitas pariwisata.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data