Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 48/IIIIIII/28 Januari - 03 Februari 1978
   
Kota

Mendepak Dupak

Jl. dupak di surabaya sering macet & banjir. untuk menormalisir hubungan antara barat dan tengah surabaya, bangunan di sepanjang jl. tersebut harus digusur. kota madya menyediakan ganti rugi dan lokasi baru. (kt)

SEKITAR Pasar Turi adalah satu daerah yang kurang menyenangkan
di Kota Surabaya. Sering macet, banjir dan bau busuk. Maklumlah
di sekitar daerah itu antala lalu lintas, manusia dan kotoran
berbaur jadi satu. Bahkan rumah-rumah yang berhimpitan di
sepanjang Jalan Dupak didirikan di atas saluran air sehingga
tahu sendirilah apa akibatnya. "Kalau hujan sedikit saja, daerah
perumahan seluas 20 Ha tergenang air kotor yang baunya bukan
main", ujar Letkol (L) Ismaun staf ahIi Balaikota Surabaya
kepada TEMPO.

Untuk mengatasi kesumpekan itu tampaknya memang tidak mudah --
di Samping tidak murah. Sebab bearti seluruh bangunan di
sepanjang Jalan Dupak harus digusur untuk menormalisir saluran
yang menghubungkan daerah tengah dan barat Surabaya, yang kini
tinggal berfungsi 10%. "Tanpa mengatasi daerah Dupak, usaha kita
membenahi daerah Indrapura akan tidak shikron," ujar Ismanu
pula. Karena itu masyarakat yang akan terkena penggusuran
beberapa kali diundang ke balaikota untuk menerima penjelasan
"Semula memang ada yang ngotot, tapi setelah diberi penjelasan
mengenai ganti rugi, kami bersedia pindah," ujar Sapari pemilik
toko mebel yang mengaku sudah sejak zaman Belanda menghuni
daerah itu.

Menurut Ismanu~ ganti rugi memang akan diberikan bagi pemilik
syah yaitu antara Rp 2.500 - 3.500/MÿFD. Tapi buat "bangli"
alias bangunan liar hanya akan diberi bantuan yang besarnya
belum ditetapkam "Untuk ganti rugi dan bantuan saja
diperkirakan menghabiskan antara Rp 8 sampai 10 juta. Ini
diambilkan dari dunia yang disediakan untuk ganti ru~gi di
seluruh kota yang besarnya Rp 70 juta," tambah Ismanu.

Pihak kotamadya ternyata tak harusnya menyediakan ganti rugi
dan bantuan, tapi juga lokasi baru terutama bagi
pedagang-pedagang kayu, Mereka akan dijadikan satu dengan
pedagang-pedagang loak di Dupak Rukun, sekitar 2 Km dari tempat
semula. "Kami tidak mau pak, Di sana sepi. Kami cari tempat
sendiri saja." tutur pedagang mebel tadi.

Walhasil, tampaknya sudah tidak ada masalah lagi. Karena itu
tender untuk normalisasi saluran tersebut sudah selesai awal
Januari tadi. dengan nilai sekitar Rp 48 juta, termasuk buat
pelebaran jalan. Tapi untuk bisa lapang sepenuhnya, tampaknya
masih harus banyak bersabar. Sebab proyek ini dikerjakan secara
bertahap.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data