Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/IIIIIII/07 - 13 Januari 1978
   
Daerah

Setelah 15 Tahun

Mendagri amirmachmud meresmikan kantor gubernur & melantik gubernur riau arifin achmad yang telah menjadi gubernur 2 kali masa jabatan. kantor gubernur yang mewah kontras dengan kantor-kantor bupati yang merana.(dh)

SEJAK 1962 Pemda Riau mengidap hasrat memiliki gedung baru yang
memadai. Kantor yang ada sering disindir sebagai menyerupai
kompleks sekolah. Dan batu pertama ditancapkan 15 tahun lampau,
di zaman Soekarno. Tapi akhir minggu pertama Desember lalu,
Mendagri Amirmachmud meresmikan kantor baru itu - bersamaan
sebagai Penjabat Gubernur Riau. Arifin Ahmad telah menjadi
gubernur propinsi itu selama 2 kali masa jabatan.

Kantor gubernur yang meriah itu tel-letak di Jalan Jenderal
Sudirman Pekan baru. Cukup megah. Dengan biaya seluruhnya tak
kurang dari Rp 1,7 milyar bertingkat 3 memiliki lebih dari 30
ruang utama. Pagarnya saja, 2 lapis besi runcing bak tombak,
kabarnya menelan uang Rp 200 juta.

Kantor Bupati-Bupati

Selain karena kesulitan biaya. penyelesaian kantor Pemda Riau
ini tak pernah lepas dari pemhicaraan khalayak. Soal pokoknya:
pantaskah gedung semahal itu akan dibangun dengan anggaran
pemerintah daerah yang terkenal selalu tipis selama ini? "Tapi
kan bukan sekaligus" tangkis seorang pejabat di kantor Gubernur
Rian. Maksudnya penyediaan biaya gedung ini dilakukan 3 tahap
dalam 3 kali APBD: 75/76 disisihkan Rp 800 juta, 76/77
disediakan Rp 600 juta dan sisanya melalui APBD 77/78 ini.

Suara kurang senang memandang gedung mewah baru itu, juga karena
melihat beberapa kantor bupati di propinsi itu masih tetap
merana. Menurut kalangan DPRD Riau, apa salahnya sebagian atau
seperempat bagian dari anggara yang Rp 1,7 milyar itu disisihkan
tuk pembaharuan beberapa kantor bupati yang sudah mendesak.
Kantor Bupati Kepulauan Riau umpamanya, adalah warisan dari
zaman Belanda. Kala musim hujan air masuk dari bawa, maupun
dari atas. Sehingga para penghuni kantor terpaksa membiarkan
sepatu mereka berenang. Bahkan karen rapuhnya belum lama ini
sempat dimasuki pencuri dengan menjebol pintu. Kantor
bupati-bupati yang lain tak jauh berbeda dengan itu.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data