Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/IIIIIII/01 - 7 Oktober 1977
   
Ekonomi dan Bisnis

Orang Indonesia Di Arab

Kontraktor pt pembangunan jaya mengirim 60 tenaga kerja indonesia ke arab. ditaksir 2.000 tki ada di sana. diusulkan pemberangkatan melalui kontraktor indonesia, tidak melalui kontraktor asing.

SUATU bukit di Mina -- tak jauh letaknya dari tempat melempar
jumrah antara Mekah dengan Arafah - akan dipotong. Pemerintah
Saudi akan membangun asrama jemaah haji di situ. Rencana
pembangunan itu rupanya membuka kesempatan baru bagi kalangan
kontraktor Indonesia yang sudah lama ingin melebarkan sayap ke
luar negeri. Mulai minggu depan akan berangkat 60 tenaga kerja
Indonesia, sebagian besar operator alat-alat besar, menuju Mina
itu. Mereka akan membawa bendera PT Pembangunan Jaya, kontraktor
kelas kakap di Jakarta.

Berdasar kontrak yang sebesar $ 6 390.000, orang-orang Indonesia
itu akan memindahkan tanah-batu sebanyak 600.000 meter kubik.
Alat-alat besar seperti buldozer dan truk -- semua itu bisa
disewa di sana - akan digerakkan oleh PT Pembangunan Jaya selama
10 bulan.

Dilihat dari apa yang harus dikerjakannya, itu bukanlall sesuatu
yang sulit betul. Nilai kontraknya pun masih kecil. Bahkan PT
Pembangunan Jaya, walau sudah tergolong kelas kakap, di sana
cuma jadi sub-kontraktor. Sedang kontraktor utamanya adalah
Mohamed Binladen Organisation suatu raksasa Saudi yang pernah
memugar Mesjidil Haram di Mekah. Namun, kontrak itu bagi PT
Pembangunan Jaya adalah pembuka Jalan yang tidak pula terlalu
buruk. Harapannya ialah untuk memperoleh pekerjaan lebih besar
bila sudah dikenal orang-orang Saudi, yang selama ini banyak
memakai kontraktor Asia dari Korea Selatan, Taiwan, Pilipina,
Singapura dan Jepang.

Guna keperluan ekspor jasa ini, Bank Indonesia berdasar
instruksi Presiden memberi bank garansi sebesar 10% dari jumlah
kontrak. "Ini merupakan dorongan positif dari pemerintah," kata
Dr. Zainul Yasni, sekretaris eksekutif Tim Koordinasi Interdep
Hubungan Ekonomi Arab-Indonesia.

Tenaga Kerja

Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), menurut sekjen ir. Santoso,
melihat ekspor jasa bidang konstruksi akan menguntungkan secara
berantai bila digarap sungguh-sungguh. Berkata Santoso kepada
Yunus Kasim dari TEMPO: "Indonesia jangan hanya bisa mengekspor
barang setengah jadi atau komoditi tradisionil. Kita perlu
meniru Korea Selatan yang mengekspor jasa kontruksi sampai
sebesar $ 2 milyar setahun, atau 25o dari seluruh nilai ekspor
negeri itu. Dari ekspor tenaga kerja saja Korsel mendapat devisa
$ 500 juta setahun.

"Kalau nanti para kontraktor kita sudah ramai ke Saudi Arabia,
kita akan bisa pu]a mengekspor bahan bangunan seperti yang
diusahakan Korsel. Kita misalnya bisa mengekspor semen, besi
beton, kayu dan plywood, bahkan juga air, ke Saudi."

Secara kecil-kecilan Indonesia sudah mengekspor tenaga kerja.
Tapi dibanding 25.000 orang Korsel yang bekerja di Saudi tahun
ini, buruh Indonesia di sana -- ditaksir 2000 orang -- belum
kelihatan. Mereka hadir di sana selama ini via kontraktor asing.
Sekarang AKI mengusulkan kepada pemerintah supaya pemberangkatan
tenaga kerja hanya diizinkan melalui kontraktor Indonesia.
Inilah cara yang dipakai Korsel, misalnya.

Sesudah PT Pembangunan Jaya, besar kemungkinan segera menyusul
ke Sudi: PT El Nlsa dan PT Pembangunan Perumahan. El Nusa
sudah mendapattawaran untuk membangun jaringan telepon dan
antene TV di Jedah dan Riadh. Kontraknya diduga bisa selesai
Nopember. PP sedang negosiasi untuk membangun gedung bertingkat
(apartemen). Kontraktor Indonesia lainnya yang memperoleh
tawaran Saudi ialah PT Bangun Cipta Sarana dan PT Harapan Permai
Housing - keduanya di bidang real estate. Dengan demikian ekspor
buruh Indonesia pun bisa cepat meningkat tidak lama lagi.

Bila mengikuti kontraktor nasional, menurut ir. Arifin Pontas
dari PT Pembangunan Jaya, buruh Indonesia tak akan terlantar.
"Pokoknya semua terjamin - mulai soal makan sampai perumahan
yang ber-AC," kata Pontas. "Tingkat upah memungkinkan orang
menabung. Bisa pula naik haji."


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data