Perang Melawan Kering Sembiran, desa terbaik sepropinsi bali berubah
drastis. ginastra kepala desanya mengusahakan air dan sarana
perhubungan. daerah gersang diubah menjadi hijau. satu-satunya
desa yang punya mess guru. |
DESA Sembiran, di belahan bukit gersang Bali Utara, tahun ini
dinyatakan sebagai desa terbaik se Propinsi Bali. Dulu. desa ini
begitu miskin dan kesulitan air karena mempunyai musim kemarau
yang panjang. April sampai Nopember. Ketinggian desanya 350
meter dari permukaan laut dengan kemiringan 25%.
Tetapi tahun 1961. Perbekel (Kepala Desa) Sembiran. Wayan
Ginastra melaksanakan perintah yang harus dipatuhi penduduk.
Yang lalai dikenakan hukuman berupa denda. Perintah itu adalah
setiap kepala keluarga harus menanam paling sedikit 25 pohon
jeruk dan 25 pohon kelapa. Hasilnya melegakan. Kini denyut nafas
desa yang mempunyai luas 1.792,785 Ha itu diperoleh dari hasil
jeruk yang diekspor ke Jawa. Dalam tahun 1976 hasil jeruk dari
sini Rp 94.575.000 atau 945.750 kg, sementara panen padi
diperhitungkan Rp 3.114.000. "Sekarang tidak ada lagi main
perintah tanam ini tanam itu, masyarakat sudah mulai terbuka,"
ujar Ginastra.
Mayat Di Atas Batu
Wayan Ginastra menjadi Kepala Desa sejak 1950 dan Wakil Kepala
Desa dari tahun 1948. Begitu menjadi Kepala Desa. bersama pemuka
masyarakat dan tokoh-tokoh agama, ia memulai babak baru di
Sembiran. Sebagai desa kuno, Sembiran melakukan perubahan yang
sangat drastis, menurut situasi waktu itu. Yakni, mayat yang
semula ditaruh diatas batu. sejak tahun 1950 itu ditanam biasa,
sebagaimana mayat orang Bali pada umunya. Ginastra yang juga
veteran pejuang dan tokoh partai PNI yang terkemuka di Buleleng,
dengan jabatan tambahan sebagai Kepala Desa dengan sendirinya
bisa berbuat banyak, merubah desa yang miskin gersang menjadi
kaya dan hijau.
Jalan dikerjakan dengan gotong royong, sepanjang 4 km. Tahun
1968 jalan ini kemudian diperkeras dengan batu dan baru tahun
197 mencicipi aspal. Air yang menjadi rintangan utama mulai
dikerjakan tahun 1963 dengan membuat saluran sepanjang 900 meter
dari pipa dan sisanya dari bambu. Sumber air itu berjarak 5 km
dari Sembiran Bisa dibayangkan berapa bambu yang dihabiskan
untuk saluran. Air ditam-pung dalam sebuah bak besar kemudian
dibagi kepada penduduk melalui saluran ke masing-masing wilayah
Banjar. Maka. penduduk yang pada mulanya mencarl air minum
sepanjang 4 km dengan naik turun tebing, saat itu bisa menadah
air di Balai Banjar, walau tidak begitu jernih.
Punya Mess Guru
Air dan sarana perhubungan yang menjadi tantangan Cinastra sudah
dijinakkan. Sasaran beralih ke bidang pendidikan. Sebelum tahun
1970 masyarakat sebagian besar buta huruf, pada tahun 1975 hanya
tinggal 1.060 oran lagi dari 3.579 penduduk. Usaha ini
dilanjutkan di Panti Kegiatan Belajar Sampai kini Desa Sembiran
adalah desa contoh pembinaan program pendidikan luar sekolah.
24 Juli lalu, setelah beberapa hari diketahui Sembiran sebagai
juara pertama lomba desa se-Bali, di desa ini di langsungkan
pemilihan Kepala Desa yang baru. Wayan Ginastra yang memegang
jabatan itu selama 27 tahun - masa jabatan yang paling lama
yang pernah terjadi di Bali untuk Kepala Desa cepat-cepat
mengatakan mundur dari pemilihan. Tetapi masyarakat yang masih
ingin memilihnya, merasa kecewa. "Saya sakit. Lagi pula bupati
sudah mengatakan, masa jabatan saya lebih dari seperembat ahad,"
kata Ginastra yang sekarang ini berumur 52 tahun.
Banyak yang 'sudah dikerjakan Ginastra untuk kemajuan Desa
Sembiran Perumahan rakyat diseragamkan sesuai dengan petunjuk
PU. Desa itu memang nampak indah. terpelihara dan bersih.
Pendapatan rata-rata setahun per kepala keluarga sebesar Rp
331.384. Dan Sembiram adalah satu-satunya desa di Bali yang
punya mess guru untuk menan1pung guru SD dari luar yang mengajar
di Sembiran.
|