Kiblatnya menteri agama Ulama mesir termasuk menteri agama ri melarang pemutaran film
the message, dengan alasan yang kurang tepat. film adalan
kreasi manusia, yang menonton toh manusia sebagai penilai isi
film. (kom) |
ULAMA Mesir termasuk Syeikh Al-Azhar (Menteri Agama RI berkiblat
padanya), melarang diputarnya film tersebut dengan alasan: tidak
sepatutnya Nabi atau sahabat Nabi yang terkenal sebagai orang
suci, difigurkan oleh orang yang dianggap kurang suci. Inilah
yang membuat saya sebagai mahasiswa di Mesir ingin sekali
membuktikannya di London.
Kapan dan di mana ulama-ulama Mesir dan Menteri Agama RI
menonton The Message, tak tahu pasti. Namun setelah saya
buktikan ternyata alasan itu kurang tepat untuk melarang
diputarnya film tersebut. Sebab sutradara telah sangat hati-hati
serta berhasil membawa penonton mengetahui isi film tanpa satu
kali pun memfigurkan sahabat-sahabat besar Nabi apalagi Nabi
Muhammad sendiri (walaupun ada semacam pembicaraan dengan Nabi).
Terkecuali Sayidina Hamzah dan Bilal, itupun dalam batasbatas
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tetapi, saya sendiri mendapati 3 hal yang kurang cocok:
1. Sering Nabi Muhammad terkesan sebagai bukan pemimpin dan
orang yang lemah di medan perang, sehingga mesti dilindungi dan
dipimpin oleh Sayidina Hamzah.
2. Terkesan bahwa pada Perang Badar ada motivasi balas dendam.
Terlihat bagaimana Bilal mencari, mengejar dan membunuh Umaiyah,
orang yang telah pernah menyiksanya.
3. Walaupun Nabi tergambarkan sebagai pemimpin yang sederhana,
masjid sebagai tempat tinggal dan pusat pemerintahan, namun
terkesan Nabi bagai seorang Raja. Beliau mengangkat/mempunyai
sekretaris pribadi (sekpri) yang begitu hebat perannya. Beliau
tak pernah berbicara dan menasehati orang kecil, dan di saat
mengutus utusan untuk membawa surat beliau ke Raja di
Alexandria, Persi dan Romawi, cukup sekpri yang memberikan surat
di halaman luar masjid tanpa sedikit pun Nabi menasehati.
Namun saya kurang sependapat bila dengan tigahal itu film
tersebut dilarang diputar. Film adalah kreasi manusia dan yang
menonton toh manusia, serta yang baik dari film tersebut lebih
banyak.
M. ABDUL GHOFUR DJAWAHIR
Islamic Student's City,
23/A/3 Abbasia,
Cairo, Egypt.
|