Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 51/V/21 - 27 Februari 1976
   
Luar Negeri

Si Cantik, Si Merah

Neila, 24, mahasiswa jurusan komunikasi massa, eks ratu kecantikan dan tokoh gerakan komunis di bawah tanah ditangkap di manila. Jurang perbedaan antara miskin & kaya yang menciptakan neila jadi merah. (ln)

HITAM manis, 24 tahun. Gadis ini yang senang akan kehidupan di
alam lepas, mahasiswa jurusan komunikasi massa, pertengahan
pekan lalu dikabarkan ditangkap di Manila. Bekas ratu kecantikan
Neila Sancho, ternyata tokoh gerakan komunis di bawah tanah --
menurut tuduhan resmi.

Rupanya Pilipina ditakdirkan punya ratu-ratu kecantikan yang
aktif berpolitik. Di atas sana, bekas Ratu Kecantikan Imelda
Marcos tengah berada dalam kekuasaan tertinggi Pilipina di
samping suaminya, Presiden Marcos. Kini di penjara di Manila
itu, bekas Ratu Lautan Teduh tahun 1971 (ketika umurnya baru 19)
sedang meringkuk. Ia ditangkap dalam serangkaian razzia di kota
Cagayan de Oro di Pilipina bagian Selatan. Bersama dia, ada
tujuh orang lain kena grebeg. Para penguasa militer mengumumkan,
bahwa Neila adalah Ketua Grup Aliansi Keuangan dari partai
komunis dan satuan militernya, Tentara Rakyat Baru.

Neila memang sudah lama dikenal sebagai seorang gadis yang
radikal Tapi itu terjadi perlahan-lahan nampaknya, setelah ia
berada di tengah gemerlapan mewah seorang ratu kecantikan yang
bisa berkeliling dunia -- dari hotel klas satu ke hotel klas
satu yang lain. Perhatiannya pada masalah-masalah sosial bermula
di kampus, di State University. Nasib apa yang kini
menantikannya, tidak jelas. Tapi berita penangkapannya itu
menunjukkan bahwa gerakan komunis -- semenjak Hukbalahap di
bawah Luis Taruc hampir tiga puluh tahun yang lalu itu -- tak
juga mati-mati. Seraya menghadapi keresahan bangsa Moro yang
Islam di Selatan, bagi pemerintahan Marcos rupanya komunisme dan
gerakan kiri yang di bawah atau di atas tanah masih merupakan
problim. Di kalangan Gereja, kampus dan cendekiawan, rasa tidak
puas melihat kenyataan kalangan melarat bukan rahasia lagi. Ini
adalah akibat keadaan sosial negeri itu, di mana jurang
perbedaan antara miskin dan kaya amat menyolok, walaupun Marcos
berusaha menciptakan "masyarakat baru", antara lain dengan
landreform.

Dan dari situasi macam itulah Neila Sancho muncul: bukan cuma
cantik, tapi juga merah.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data