Menekan Rusia, Lewat Minyak Ford, presiden Amerika, didesak kongres untuk menghentikan bantuan ke angola. Padahal rusia masih menyokong mpla. Untuk menekan rusia berunding, maskapai minyak AS di angola, gulf oil corp ditarik. (ilt) |
PRESIDEN Amerika Ford jelas sedang kebingungan menghadapi sikap
para anggota Kongres yang menghendaki stop bantuan untuk Angola.
Padahal Rusia belum mau mengendorkan bantuannya bagi MPLA,
setidak-tidaknya mendorong penyelesaian lewat meja perundingan.
Bukan lewat laras senapan, atau moncong meriam mortir. Namun
harapan Deparlu AS belum pupus sama sekali. Keputusan maskapai
minyak AS Gulf Oil Corporation untuk menarik diri dari Angola,
diharapkan akan menekan Rusia dan partai yang disokongnya, MPLA
ke meja perundingan. Keputusan itu diumumkan oleh Gulf Oil akhir
Desember yang lalu. Mengapa?
Seperti yang dikemukakan oleh koran London The Sunday Times, 28
Desember yang lalu, minyak bumi merupakan sumber terpenting
devisa Angola. Sampai akhir tahun lalu Gulf masih berhutang $ 95
juta dalam royalties, dengan tambahan $ 30 juta lagi pertengahan
Januari ini. Ketika deadline pembayaran royalties itu makin
menjelang, Deparlu AS secara resmi telah meminta Gulf menarik
seluruh personalianya dari Angola dengan alasan keamanan. Satu
langkah yang menggampangkan maskapai minyak yang tergolong besar
di AS itu untuk membekukan pembayaran pajak minyaknya, denan
alasan belum ada pemerintah yang representatif di sana.
Sementara ini, pajak yang sebelumnya dibayarkan pada pemerintah
transisi di Luanda -- di mana wakil MPLA juga mengambil bagian
akan ditanam dulu di bank. Dengan kemungkinan untuk
menyerahkannya kelak pada suatu pemerintah Angola yang
"betul-betul menguasai seluruh wilayah dan rakyat Angola.... dan
diakui oleh dunia". Soalnya sekarang Gulf merasa kewalahan
diberondong "tuntutan-tuntutan yang saling bertabrakan" dari
ketiga fraksi politik Angola untuk membayar pajak minyak itu.
Apakah Gul masih akan kembali? Untuk sementara -- artinya
sebelum kelompok-kelompok yang pro-Barat (FNLA & Unita)
menguasai tampuk pemerintahan -- kemungkinannya tipis sekali.
Sebab seperti diakui oleh pimpinan Gulf, kalau MPLA yang
didukung Rusia itu menang, maskapai minyak itu tidak akan pernah
diizinkan kembali ke Angola. Makanya Gulf tampaknya berusaha
keras mencegah menangnya MPLA dengan mengandalkan pengetahuannya
tentang letak cadangan minyak di daerah itu. Khususnya di daerah
Cabinda yang diincar Zaire, yang konon luarbiasa rumitnya.
|