Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/V/10 - 16 Januari 1976
   
Kesehatan

Melawan Racun Bongkrek

Kuman tempe bongkrek, pseudomonas mengakibatkan kematian. dapat dilawan dengan kunyit, jeruk nipis & belimbing. balai penelitian kimia semarang melaksanakan penelitian untuk menguatkan hasilnya. (ksh)

BERITA-BERITA tentang terbunuhnya puluhan orang di Jawa Tengah
saban tahun, karena racun tempe bongkrek bagaimana pun juga
mcncemaskall para pencinta tempe biasa yang dibikin bukan dari
ampas kelapa. Sesungguhnya kuman pembunuh yang bernama
pseudomonas yang nongkrong di tempe bongkrek sudah mulai ramai
dibicarakan sejak zaman Belanda. Maklumlah pembuatan tempe dari
ampas kelapa memang satu pekerjaan yang turun-temurun di daerah
ini. Untuk menawarkan racun tersebut para ahli Belanda dulu
semata-mata menempuh jalan membuangkan ampas kelapa sebagai
bahannya. Tetapi kini ahli-ahli kita sendiri telah menemukan
penawar yang tidak perlu mengakibatkan terbuangnya ampas kelapa
yang memang murah harganya dibandingkan dengan kedelai. Drs
Suwaji, Kepala Dinas Penelitian Balai Penelitian Kimia
Semarang, sedang melaksanakan penelitian untuk menguatkan
kedudukan kunil-, jeruk nipis dan belimbing sebagai bahan
penawar.

Sementara ahli kita ini melaksanakan penelitian-penelitiannya
penggunaan tumbuhan dan buah-buahan penawar ini sudah disebarkan
ke berbagai daerah yang jadi pusat pembuatan tempe ampas kelapa.
Menurut Pembantu TEMPO di Yogyakarta, Buddy L. Worang,
pemerintah daerah Jawa Tengah scdang mengusahakan adanya
sari-pati kunir agar lebih mudah dipergunakan rakyat.

Belimbing

Tentang penggunaan asam belimbing dalam proses pembuatan tempe
bongkrek sebenarnya sudah menjadi kebiasaan di daerah Bogor,
Jawa Barat. Namun bahan yang dipergunakan bukannya buah
belimbing yarg cilik-cilik itu melainkan daunnya, yang punya
khasiat sama denan buahnya. Dan memang menggembirakan, bahwa
sampai sekarang belum pernah kita mendengar tentang adanya
korban tempe bongkrek yang terbuat dari ampas kelapa maupun
bungkil kacang, yang jatuh di Bogor.

Yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana memberikan
penerangan-peneranan yang memadai bagi para produsen tempe
bongkrek. Sebagian besar dari tuas itu tentunya berada di
pundak pemerintah. Hingga para pengusaha kecil yang hidupnya
dari pembuatan tempe bongkrek ini tertolong dan pemerintah
daerah memikirkan kembali keputusannya melaranR pembuatan tempe
bongkrek di daerah Banyumas. Sebab bagaimanapun tempe merupakan
makanan yang murah dan berkhasiat. Oran yang berpantang daging
misalnya, dapat mencari pengganti pada tempe, karena kadar
proteinnya hampir sama. "Penyuluhan yang intensif di daerah
produsen tempe bongkrek dapat membantu produsen dari kehilangan
mata pencaharian dan menyelamatkan konsumen dari cengkeraman
maut 'bongkrek acid' dan toxoflavin. Mari kita manfaatkan
calingcing (belimbing)", kata Kemaas Maar dari Institute
Pertanian-Bogor.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data