Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/V/22 - 28 November 1975
   
Kota

Hanya Meteran

Proyek air minum untuk denpasar dapat bantuan dari Australia. sumur bor dibuat di luluk & tegal dengan debit 450 liter/detik. meteran telah banyak dipasang, tetapi air belum mengalir & banyak pipa bocor. (kt)

BARANGKALI penduduk kota Denpasar yang rumahnya sudah dipasang
meteran air minum bosan mendengar berbagai pengumuman mulai
mengalirnya air bersih yang dinanti-nantikan. Tapi entah kenapa
air minum ini belum juga muncrat. Kabar terakhir proyek itu
diresmikan 25 Oktober oleh Menteri PUTL Ir Sutami. Pimpinan
proyek Ir Rochyat DS bersama Kepala PU Propinsi Bali Ir Tjok
Agung melaporkan kepada Gubernur Soekarmen, bahwa Menteri Sutami
berkenan meresmikan proyek dengan menekan tombol air mancur di
sekitar lapangan "Puputan Badung" itu. Tapi toh sampai datang
bulan Nopember, proyek yang tertunda ini belum juga diresmikan.
Penyebabnya tidak diumumkan, tapi kepada calon langganan
diserukan untuk menghubungi PU kalau akan menyambung instalasi
ke rumah-rumah. "Air minum untuk kota Denpasar akan segera
mengalir" bunyi pengumuman itu pula.

PATA

Proyek Air Minum untuk Kota Denpasar mulai digarap dalam tahun
anggaran 1971/72 dengan biaya $AS 4,5 juta bantuan Australia
(Colombo Plan) dan Rp 600 juta untuk pemasangan pipa bantuan
Pusat. Semula direncanakan selesai bulan Maret 1974. Bahkan
sempat dijadikan bahan pidato menarik saat itu sebagai "ikut
mensukseskan PATA". Sumur bor dibuat di Luluk dan Tegal yang
mempunyai debit 450 liter/detik. Juga di Blusung dengan bak
penampungan berkapasitas 10.000 m kubik. Pipa induk yang
diameternya sekitar 1,5 m dipasang sepanjang 11 km, pipa air
baku 8,5 km dan pipa distribusi ke rumah calon langganan sudah
terpasang 150 km. Dalam pemasangan pipa ini yang memang selesai
sebelum Maret 1974 keadaan kota Denpasar dan sekitarnya
betul-betul porak poranda akibat pipa malang melintang di tengah
jalan.

Selesai pemasangan pipa--dan Work Shop PATA juga berakhir--air
yang diduga segera menetes tak kunjung muncul. Walau demikian
untuk menghibur calon langganan, segera dipasang instalasi ke
rumah-rumah dengan meteran komplit. Tapi pemasangan tergesa-gesa
ini ternyata merugikan. Sebab sampai Agustus 1975, sudah ratusan
buah meteran air yang hilang dicuri, sementara air yang
dinantikan tak juga menetes. Tak bisa disalahkan, siapa yang
bertanggung jawab terhadap kehilangan ini, namun pihak PU
memperingatkan calon langganan untuk mengawasi meteran air itu-
Pencurinya pernah tertangkap di bulan Juli lalu yaitu bekas
buruh yang memasangnya sendiri. Karena kehilangan itulah
pemasangan meteran baru ditunda, apalagi kesulitan tehnis
tampaknya terus menghadang. Yakni baut (alat penyambung pipa)
yang sudah terpasang banyak yang bocor, karena tidak cocok
dengan pipanya. Mencari alat ini ke Australia kira-kira menjadi
lantaran kelambatan proyek, sementara jalan-jalan yang sudah
kembali kembali diaspal licin, dibongkar lagi di sana-sini untuk
memperbaiki yang bocor.

Tentang calon langganan Ir Rochyat DS mengatakan cukup banyak.
"Yang sudah dipasang meteran saja berjumlah 5.000 buah, dan
menyusul lagi 2.000 buah" kata Ir Rochyat di kantornya di
komplek Cipta Karya Sanur kepada TEMPO. Diperkirakan calon
langganan akan semakin bertambah kalau air sudah benar-benar
mengalir. Setidak-tidaknya seperempat dari 100.000 penduduk kota
Denpasar diharap meninggalkan kebiasaa menimba air dari sumur.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data