Nakoda Baru Pelni dijadikan PT, captain Harun Rasyidi direktur yang telah menjabat selama 6 tahun, diganti oleh Handoko Suratmin. Pelni telah memiliki 54 buah kapal, dengan kekayaan Rp 18,5 milyar.(eb) |
SETELAH MNA, tiba giliran Pelni di PT kan. Begitu berganti
status, begitu pula direktur Utamanya diganti. Captain Harun
Rasyidi (di sementara kalangan dikenal dengan panggilan "Mas
Harun") yang diberhentikan dari jabatannya sebagai Dirut Pelni
sejak tanggal 30 Agustus yang lalu, sudah memimpin Pelni sejak 1
Januari 1969. Waktu itu ia ditunjuk sebagai Ketua Team
Management PN Pelni.
Tugasnya: menyehatkan kembali perusahaan ini. Setelah kerja team
selesai ia diangkat menjadi Dirut PN Pelni. Hingga saat
pemberhentiannya ia sudah menjabat jabatan itu selama 6 tahun.
Selama 6 tahun itu pula Pelni sudah berkembang melayani seluruh
lautan menghubungi pelabuhan-pelabuhan yang ada di
Indonesia. Sampai dengan akhir Desember Pelni sudah memiliki
kapal sebanyak 54 buah, mulai dari yang berbobot mati 4.950
ton hingga 150 ton. Kemudian kekayaan Pelni hingga akhir 1974
itu tercatat bernilai Rp 18,5 milyard.
Selain dari mengangkut manusia, kapal Pelni juga mengangkut
barang serta ternak. Dari pelabuhan-pelabuhan di Nusa Tenggara,
ternak diangkut ke Jakarta dan Hongkong. Namun tidak bisa
dipungkiri bahwa peralatan untuk memindahkan ternak dari
pelabuhan ke kapal masih sangat sederhana. Hingga ternak yang
bergantung di tiang derek bukan lagi merupakan pemandangan yang
aneh. Tapi yang lebih parah lagi, di pelabuhan yang terletak di
Indonesia bahagian Timur, sang sapi terpaksa harus berenang dari
pelabuhan ke kapal.
Usaha penambahan kapal masih terus dilakukan oleh Kasyidi
bekerja sama dengan PT PANN (Pengembangan Armada Niaga
Nasional), terutama untuk kapal dengan bobot mati 750 ton.
Begitu jauh sudah jaringan armada Pelni ini, hingga jalur
pelayaannya sudah pula menyentuh ke pelabuhan-pelabuhan lain
di Asia Tenggara, bahkan sampai ke Jepang. Pelayaran ini disebut
mereka dengan pelayaran Samudera Dekat.
Kini jabatan Dirut Pelni diisi oleh Laksamana Muda Hlandoko
Suratmin (Pangdaerah IIl) yang pernah pula menjadi Dirut Pelni
pada tahun 1960-an. Hanya saja belum diketahui kapan Handoko
akan melepaskan jabatannya sebagai Panglima Daerah Angkatan Laut
III itu. Dan sampai berapa lama dia bakal menjadi Nhakhoda
Pelni.
|