Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 33/V/18 - 24 Oktober 1975
   
Ekonomi dan Bisnis

Berburu Minyak Di Timor

Fretelin menuduh maskapai pertambangan dan pariwisata australia membantu udt. perusahaan pertambangan yang beroperasi di timor timur antara lain adalah broken hill pty ltd dan australia timor oil. (eb)

PERNYATAAN "Menlu" Fretilin di Australia 27 September yang
lalu, cukup mengejutkan khalayak ramai di sana. "Ada beberapa
dokumen di tangan saya yang menunjukan bagaimana,
maskapai-maskapai Austratia, terutama yang bergerak di bidang
pariwisata dan pertambangan, telah mengirimkan dana ribuan
dollar pada UDT untuk pembelian senjata". Begitu ucap Ramos
Horta setibanya dari Dili di Melbourne. Dan bukan itu saja
tudingan Horta. "Kami juga tahu bagaimana 2 penerbang Australia
membom desa-desa Fretilin dari pesawat terbang ringan. 20
pasukan kami tewas, ditambah dengan 10 bocah dan 5 orang
wanita", tambahnya lagi. Namun dia tidak bersedia membeberkan
nama kedua warga Australia itu, maupun nama perusahaannya "Nanti
saja, pada saat dan tempat yang tepat", sahutnya singkat. Tapi
menurut Reuter dia masih menambahkan bahwa dokumen yang
dimaksudkannya adalah surat-menyurat UDT dengan
maskapai-maskapai Australia itu.

Migas Suai

Para diplomat Australia di Jakarta tidak terlalu bersemangat
menanggapi tuduhan Fretilin itu. Mungkin mereka hanya melihatnya
sebagai "tuduhan balasan" terhadap UDT, yang sebelumnya juga
menuduh Fretilin dibantu oleh tenaga ahli Viet Nam dan Tentara
Merah Jepang. "Yang paling berkepentingan menanggapi pernyataan
Ramos Horta itu, adalah maskapai-maskapai Australia itu
sendiri", ujar seorang diplomat Australia menjawab pertanyaan
TEMPO. Dia hanya menambahkan, bahwa modal Australia di Timor
Timur terutama bergerak di bidang pertambangan. Sedang
satu-satunya pengusaha Australia yang bergerak di bidang
pariwisata di Timor, yakni Frank Favaro, pemilik Hotel Dili,
justru dikabarkan lebih banyak bersimpati pada Fretilin. Bukan
pada UDT.

Lantas perusahaan mana saja yang bergerak di bidang pertambangan
di Timor Timur? Ada beberapa. Yakni BHP (Broken Hill Pty. Ltd.),
maskapai tambang terbesar di Australia yang di bulan Januari
1972, memperoleh konsesi penambangan mineral - terutama besi,
mangan dan chroom - dari pemerintah di Dili untuk periode 4
tahun. Dan geolognya yang sudah bekerja di sana selama 2 tahun,
belum menemukan hasil. Kalau di bidang pertambangan logam itu
belum sukses, maka lain halnya dibidang sumber enerji minyak
bumi dan gas alam. Meskipun hasil yang ditemukan belum dapat
diolah secara ekonomis para pemegang konsesinya cukup optimis.
Perintis di bidang migas itu adalah maskapai Australia Timor
Oil, yang bersama dengan International Oil (juga dari Australia)
telah mencari minyak di pulau Timor sejak akhir 1960-an. Timor
Oil mencarinya di seluruh wilayah Timor Portugis--termasuk
perairan lepas pantai yang dangkal sedang International Oil
mencarinya di wilayah Timor Indonesia.

Pemboran di pantai Selatan Timor RI dekat desa Kolbano di tahun
1971 sudah menunjukkan adanya rembesan minyak dari lapisan
endapan Mesozoic. Tapi tampaknya belum menguntungkan untuk
dikerjakan secara komersiil. Sedang pemboran di wilayah Tmor
Portugis - juga di pantai Selatan - kelihatannya lebih
meyakinkan. Di pantai Suai, Timor Oil menemukan urat minyak yang
menyemprotkan 200 barrel minyak bumi bermutu baik sehari. Ada
dugaan bahwa di kedalaman 6000 kaki ke bawah tersembunyi
genangan minyak di sekitar lepas pantai Suai dan Tafara. Timor
Oil yang tidak terlalu kuat modalnya, pada awal 1974
menandatangani kerjasama dengan maskapai Woodside-Burmah yang
berkedudukan di Australia (54,5% sahamnya milik maskapai
Inggeris Burmah Oil). Bertolak dari persetujuan yang memberinya
70% saham dalam maskapai Timor Oil, Woodside Burmah mulai
mengadakan survei sampai kedalaman 100 fathom dan sepanjang 1450
mil. Survei selama 18 bulan itu selesai tahun lalu, dan
pemboran percobaan 10 Km dari pantai Suai menyemprotkan gas
alam bulan Pebruari tahun ini. Woodside-Burmah juga telah
membeli 65% saham International Oil dan mengadakan survei di
wilayah Timor RI, dan hasilnya cukup membuat optimis. Begitu
disiarkan oleh buletin IMS/Petroleum & Mining Report, 2 Mei
yang lalu.

Konflik Batas Laut

Nah, penemuan di Timor Timur itu segera memancing datangnya
maskapai-maskapai AS ke daerah itu. Pemerintah transisi Gubernur
Herdade di Dili bulan September 1974 memberikan konsesi pada
maskapai Adobei Oil & Cas dari Texas. Bulan Desember 1974,
penggantinya, Kol. Lemos Pires memberikan wilayah konsesi seluas
23 ribu mil persegi di Laut Timor pada maskapai Oceanic dari
Denver, melalui anak perusahaan Portugisnya, Petrotimor, oleh
Australia tindakan Gubernur Timor itu dianggap agak gegabah,
lantaran konsesi laut yang diberikan pada Petrotimor itu
sebagian menerjang konsesi di paparan benua Barat Daya
Australia yang telah diberikan pada gabungan maskapai ARCO/
Aquitaine/Exxon. Sekaligus menerjang claim Australia atas 5/6
wilayah laut antara Australia dan Timor, dengan Palung Timor
berfungsi sehagai batas alam (prinsip mana tidak disetujui
oleh Indonesia dalam perundingan batas laut Indonesia-Australia
tahun 1973).

Boleh dikata, ada persaingan yang cukup tajam antara beberapa
maskapai AS dan Australia itu. Sumur Troubadour I kepunyaan
Woodside-Burmah di Cekungan Bonaparte, 100 mil dari daratan
Timor Portugis tahun lalu sudah menyedot 11 juta cubic feet gas
sehari. Meskipun belum komersiil, Woodside Burmah tentunya
terus kepingin berpacu dengan maskapai AS ARCO yang talah
berhasil menyedot minyak bercampur gas sebanyak 4272 barrel
perhari. 430 mil dari Darwin. Adapun wilayah konsesi maskapai
AS Oceanie juga menimbulkan kerisauan pada Woodside Burmah.
Sebab batas wilayah konsesi Oceanic persis berbatasan dengan
batas wilayah lepas pantai anak perusahaan Burmah Oil itu.
Penemuan gas alam 10 Km dari pantai Suai itu, ditakutkan akan
mengundang Oceanic membor minyak di dekatnya, dan menyedot
minyak itu ke tangan Amerika.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data