Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 31/IV/04 - 10 Oktober 1975
   
Kesehatan

Muak Bahera Di Martapura

Muntah berak mengganas di martapura. penyakit yang oleh orang setempat disebut muak bahera telah mematikan 9 orang. wabah telah menjalar ke banjar. penyebabnya: kurangnya kebersihan. (ksh)

MUNTAH berak lagi. Akhir Juli yang lalu penyakit ini
menggerayangi pula daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,
Kalimantan Selatan. 30 orang kena serangan, 9 meninggal. Usaha
pencegahan buru-buru diadakan untuk menghadapi penyakit tersebut
menular ke daerah lain. Tapi apa boleh buat: penyakit yang
disebut muak bahera menurut dialek setempat ini merayap pula
diam-diam ke kabupaten lanjar. Enam belas orang meninggal di
sini meskipun jumlah ini menunjukkan penurunan dibanding di
tahun 1972 ketika ia dengan sukses membunuh 75 orang.

Menurut kabar yang tersiar, sepasang pengantin dari desa Sungai
Alang yang sedang berbulan madu ke tempat kerabat di Kampung
Keramat, Kecamatan Martapura, turut pula menjadi korban. Di
kampung tempat indehoi itu, pengantin baru tadi mandi dan
berkumur-kumur di pinggir sungai--yang memang dijadikan penduduk
sebagai tempat mandi, cuci dan buang kotoran sekaligus. Agaknya
dari air sungai inilah si pengantin perempuan mendapat kuman
penyakit. Dan penyakit ini memang begitu cepat kerjanya hingga
mereka tak sempat pulang ke Sungai Alang. Dalam pada itu
seorang calon haji yang sudah melunasi ongkos naik haji, juga
meninggal karena penyakit ini.

Da'wah Mutah Berak

Korban-korban itu dengan sendirinya mengajak para petugas
kesehatan setempat bergerak menyadarkan masyarakat: bagaimana
pentingnya hidup sehat, terutama yang menyangkut makanan. Karena
kebersihan makanan menjadi soal terpokok dalam menanggulangi ini
muntah berak. Penerangan-penerangan mengenai seluk-beluk
penyakit itu diadakan di sekolah atau lewat jawatan penerangan.
Mesjid Muhammadiyah Pakauman, yang berdiri dekat jembatan Takara
Bashi Martapura, juga dapat kesempatan sebagai pusat da'wah anti
muntah-berak. Fauzi, seorang dokter kabupaten, sehabis
sembahyang Jumat akhir Agustus kemarin, maju ke mimbar untuk
mengucapkan ceramah tentang pencegahan yang penting itu. "Kalau
makan dan minum sudah menggunakan air masak, maka janganlah lupa
untuk berkumur-kumur pun haruslah dengan air yang sudah dimasak.
Ini terutama berlaku untuk penduduk di tepi sungai", demikian
nasihatnya. Untuk mencegah penyakit ini memang ada vaksin.

Tetapi potensinya cuma 3 bulan. Ini berarti untuk mencegah penyakit
tersebut diperlukan biaya yang cukup banyak, karena kerapnya
vaksinasi yang harus dilakukan, Diperhitungkan Rp 1,2 juta habis
untuk semusim vaksinasi hanya untuk Kabupaten Martapura. Karena
itu pencegahan merupakan obat yang pling murah, meskipun harus
dijalankan dengan penuh pengertian dan disiplin, yah sambil
berdoa.

Tapi menurut dokter Fauzi sungai bukanlah satu-satunya gudang
kuman muntah-berak. Warung, sebagaimana jua di daerah-daerah
lain, menjadi sarang pula Tentu saja warung yang diurus dengan
ceroboh. Berkembang biaknya perusahaan es kero, semacam es
mambo, turut pula merisaukan dokter ini. Memang belakangan ini
dagangan tersebut cukup ramai di jalan-jalan, terutama setelah
membanjirnya arus listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik
Riam Kanan. Mereka yang memiliki kulkas lantas dapat obyek baru.
Dicurigai es ini diolah dari air yang sama-sekali belum
dimasak--untuk menggampangkan, pekerjaan. "Tahun lalu, saya
menemukan seorang penderita dari keluarga terpelajar. Padahal
dia makan, minum dan berkumur dengan air masak. Teliti punya
teliti ternyata dia minum cendol dengan santan yang airnya belum
dimasak". Pokoknya hati-hati.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data