Pelantikan Minus Qorum Pelantikan Bupati Pasaman Sum-bar, Saruji Ismail, nyaris gagal karena pada acara serah terima jabatan hanya dihadiri oleh 16 dari 27 anggota dewan. mereka tak hadir karena ada rasa tak puas. (dh) |
KABUPATEN Pasaman Sumatera Barat belakangan ini makin dikenal.
Kabupaten dengan luas 7.835 Km persegi itu disebut juga daerah
harapan. Adanya gelar begitu memang beralasan. Pasaman bersama
Sawah Lunto Sijunjung di Sumbar bagian selatan adalah daerah
yang paling potensil untuk dikembangkan. Ini kesimpulan dari
team-team asing termasuk dari Jerman Barat yang sejak Pelita I
yang lalu memberikan bantuan teknis pertanian di seluruh
propinsi ini.
Meskipun Pasaman potensil bukan berarti pengembangan bisa
dilakukan secara mudah. Misalnya sejak 2 tahun terakhir ini
fihak team Jerman Barat baru saja menyelesaikan study tentang
Pasaman Barat. Dan hasil penelitian itu telah diserahkan kepada
Pemerintah Indonesia Untuk penelitian saja diperlukan waktu
sekian lama, dan untuk realisasinya perlu menunggu lagi. Soalnya
juga menyangkut dana. Tapi konon menurut sumber-sumber kantor
gubernur, keputusan Pemerintah Pusat dalam waktu yang tidak
terlalu lama segera akan diketahui.
Sebagian dari Pasaman Barat yang penduduk seluruhnya berjumlah
287.353 orang, masih daerah-daerah perawan. Kabupaten ini masih
saja diselimuti hutan-hutan baik di sebelah barat maupun di
sebelah timur yang berbatasan dengan Riau Sepanjang jalan raya
utama yang melintasi Kabupaten Pasaman dari Bukittinggi menuju
Medan Sumatera Utara perkembangan pembangunan lumayan pesat.
Pembangunan-pembangunan terutama dilaksanakan oleh penduduk yang
datang dari berbagai tempat, sementara di Lubuk Sikaping
pembangunan umumnya dilaksanakan Pemerintah.
Sebagian besar dari Pasaman selama ini terisolir dari ibu
kabupaten di Lubuk Sikaping. Pembinaan daerah pada awalnya
memang lebih banyak dilaksanakan oleh para bawahan di kecamatan.
Dan sementara itu juga antara bawahan terjadi juga semacam
persaingan di antara mereka. Mengontrol daerah-daerah yang
berserakan itu tidak mudah.
Ada semacam persaingan kekuasaan antara bawahan itu agaknya
sudah bukan rahasia umum lagi. Dan tidak kurang dari gubernur
Harun Zain menegaskan bahwa pejabat Tri Tunggal di
pedalaman-pedalaman bagai jadi Presiden dari Republik-republik
kecil. Gubernur Harun bukan bicara soal itu sebagai kasus
Pasaman Barat. Namun dalam melantik Walikota Padang Panjang
beberapa pekan yang lalu hal itu ditegaskan lagi. Penertiban
segera dilakukan" kata Gubernur sambil memberi tahu bahwa
selesai lebaran nanti para Tritunggal kecamatan itu akan
dipanggil dan ditatar. "Panglima telah setujui hal ini"
gubernur menambahkan. Masalah itu agaknya memang menonjol di
Pasaman. Kantor-kantor surat kabar di Padang sering menerima
surat-surat yang berisi keluhan-keluhan tentang tindak
penguasa-penlguasa di kecamatan itu. Dan mereka menunjuk
tritunggal yang terdiri dari Camat, Buterpra dan Dan Sek sebagai
tidak kompak.
Nyaris Gagal
Bupati Pasaman yang lama Drs. Zainun dinilai sebagai telah
berhasil melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dengan baik.
Separoh dari pidato Harun Zain, gubernur yang melantik Bupati
baru Pasaman Drs. Saruji Ismail 2 pekan silam memuji
keberhasilan Zainun dalam menyiapkan masa depan Kabupaten
Pasaman Keberhasilan eks-bupati ini tidak hanya dipuji
atasannya saja tapi juga diakui banyak fihak terutama
masyarakatnya.
Pelantikan Bupati baru Drs. Saruji nyaris gagal ketika sidang
DPRD lstimewa Pasaman hampir saja tidak mencapai qorum. Soalnya
dari 27 anggota Dewan, yang hadir pada waktu acara serah terima
jabatan itu cuma 16 orang. Menurut tata-tertib diperlukn
dua-pertiga anggota. Nah rupanya jumlah l6 orang masih di bawah
23 orang sebagaimana seharusnya. Namun sidang Istimewa itu jalan
terus dan qorum tercapai kata Ketua DPRD Pasaman Darussamin.
Lucunya lagi Ketua DPD Golkar Pasaman, sendiri tak hadir. Adakah
ini semacam blunder? Agaknya susah untuk menjawab pertanyaan
serupa itu. Sebabnya toh yang memilih Saruji untuk diangkat
adalah juga anggota dewan yang sama dengan suara terbanyak
beberapa waktu sebelumnya. Namun agakuya rasa tidak puas terus
berkembang. Itulah sebabnya mengapa para anggota Dewan yang
berasal dari Pasman Barat nyaris serempak tak hadir di gedung
DPRD Pasaman untuk menghadiri acara serah terima jabatan itu.
Namun pelantikan dan pengambilan sumpah Saruji Ismail jalan
terus.
Saruji lsmail yang kini diserahi memegang kendali Kabupaten
Pasaman sudah tentu bisa terkejut melihat kenyataan itu. Agaknya
ia perlu lebih hati-hai sebagaimana diperingatkan
senior-seniornya di kantor gubernur Dan jelas tugas Pasaman
Barat jauh lebih berat dari Kabupaten 50 Kota di tempat mana
Saruji dinilai atasannya sebagai berhasil.
|