Setelah Prestasi 1962 Produksi sumur minyak murung pudak menurun sejak 1962. Perusahaan conoco ditugaskan mencari sumur baru di kal-sel dan kal-teng. Pertamina menemukan sumber minyak di desa warukin. (eb) |
MURUNG Pudak satu-satunya ladang minyak Kalimantan Selatan
sedang terancam kering. Dari 80 sumur yang ada kini tinggal 25%
saja yang masih memuncratkan emas hitamnya. Maklumlah,
sumur-sumur itu sudah tua. Ditemukan tahun 1934 oleh Belanda,
tahun 1937 mulai dilakukan pengeboran eksplorasi dan pada tahun
1940 telah dibangun sumur.
Tahun 1947 dibor 80 sumur olel BPM. yang sejah saat itu mulai
mengola produksinya untuk menutupi kebutuhan setempat. Shell
mulai menyedot minyaknya secara besar-besaran pada tahun 1962
dengan mendirikan minyak melalui pipa sepanjang 220 Km ke
Balikpapan. Tercatat waktu kapasitas 10.7 juta barel/tahun.
Armada Conoco
Produksi maksimum waktu itu 49.1 ribu barel/hari dengan hasil
kumulatif 79,79 juta barel. Tapi sejak tahun 1964 produksi
menurun terus dan tahun 1965 diusahakan oleh Pertamina. Produksi
sekarang hanya 8,8 ribu barel/hari. Melihat kenyataan yang
tragis ini Pertamina Unit IV telah mengundang Kontraktor asing
ke sana, sambil meneruskan pencaharian sendiri. Perusahaan
Conoco telah mulai beroperasi di wilayah Kal-Sel dan Kal-Teng
namun mengalami kegagalan. Mereka mendatangkan armada besarnya
di Sei Ulin (50 Km dari kota Banjarmasin) lantaran penyelidikan
pertamanya berhasil. Namun setelah diselidiki secara lebih
mendalam ternyata minyaknya masih sangat muda. Dan pengeboran
pun dihentikan.
Sementara itu, Pertamina sendiri lebih beruntung. Di desa
Warukin, 10 Km dari Murung Pudak ditemukan beberapa sumur baru.
Setelah diselidiki produksinya mencapai 1100 barel/hari, yang
diharapkan akan bertambah setelah dibor sumur-sumur baru. Dengan
penemuan yang dekat ladang minyak eks BPM itu dapatkah prestasi
produksi tahun 1962 terulang lagi? Itu masih tanda tanya.
sementara itu pipa minyak dari Balikpapan tetap harus mensuplai
minyak dengan arah berlawanan dengan yang pernah dialirkan
Shell.
|