Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 28/V/13 - 19 September 1975
   
Kesehatan

Hasan Anoez & Nyamuk Berdarah

Agar sulawesi selatan terhindar dari serangan penyakit demam berdarah, dr. hasan anoez mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk menyuruh murid-murid membersihkan halaman dari air tergenang. (ksh)

PERJALANAN demam berdarah di Sulawesi, tampak seperti penjahat
yang menebarkan racun secara bergiliran kepada musuh-musuhnya.
Mula-mula Sulawesi Utara diserangnya sampai-sampai kota Manado
sempat merasakan bagaimana risihnya hidup dalam kepulan asap
obat semprot pembunuh nyamuk biang keladi demam berdarah itu.
Beberapa waktu yang lalu Palu di Sulawesi Tengah dapat giliran
pula. Di sini penyakit itu sudah berhasil merenggut beberapa
korban yang biasanya terdiri dari mereka yang berumur 15 tahun
ke bawah. Rupanya kuman penyakit itu beraninya hanya pada orok
sampai kalangan remaja saja meskipun di daerah tertentu, seperti
di Surabaya, dia juga menyengat orang dewasa. Tapi dalam jumlah
sedikit .

Orang-orang di Sulawesi Selatan, terutama yang bernama Hasan
Anoez-dokter dan Direktur Daerah Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit Menular Sulawesi Selatan merasa was-was bahwa satu
hari daerah ini akan terserang juga. "Soalnya nyamuk pembawa
penyakit demam berdarah dalam beberapa penelitian yang kami
lakukan memang hidup juga di Sulawesi Selatan", kata dr Hasan di
Bandung ketika menghadiri Kongres III Persatuan Ahli Penyakit
Dalam Indonesia.

Waswas boleh saja. Tetapi apa ya telah dilakukan untuk mencegah
penduduk dari serangan penyakit yang bermula dari demam sampai
pada pendarahan di berbagai anggota badan dan bisa membunuh
itu? Dasar nyamuk pembawa penyakit itu berkembang biak di air
tergenang, entah di dalam kaleng, dalam ban bekas atau batok
kelapa atau di bejana terbuang lainnya, maka pencegahannya pun
rada gampang-gampang sukar juga. Menyuruh para kepala keluarga
menengkurapkan tiap benda berongga di pekarangan sudah tentu
sulit. "Maka saya kumpulkan saja seluruh kepala sekolah dan saya
jelaskan betapa bahayanya serangan nyamuk tersebut. Padahal
mencegahnya sebenarnya gampang. Bersihkanlah sekeliling rumah.
Sebagai guru, mintaIah kepada murid-murid saudara untuk
membersihkan pekarangan dari kaleng atau apa saja di mana air
bisa menggenang". Begitulah jalan yang ditempuh Hasan. Sudah
itu dia minta pula Hansip untuk memeriksa apakah perintah para
guru tadi benar-benar dilaksanakan di rumah. Lantas hubungan
laut dari Palu ke Ujung Pandang diawasi dengan ketat. Hasilnya:
sampai sekarang belum ada laporan tentang adanya penyakit itu
sampai ke telinga Hasan. Mudah-mudahan selamat-selamat saa, dok.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data