Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/V/12 - 18 Juli 1975
   
Luar Negeri

Ulah Pancingan

Ulah presiden uganda, idi amin mempengaruhi negara tetangganya berhasil. pancingan ini berupa pembebasan hukuman terhadap hill, warga inggris. namun hasilnya tidak menjamin aksi selanjutnya.

IDI Amin akhirnya membebaskan Dennis Hill dari hukuman mati.
Dosen berkebangsaan Inggeris itu mendapat pengampunan beberapa
saat setelah Sri Ratu sendiri yang memohon pada Presiden Uganda.
Pengumuman tersiar dari Zaire, ketika Amin baru saja memulai
serangkaian kunjungan kenegaraan ke berbagai negara Afrika.
Berita yang menggembirakan itu datang secara amat tak terduga
setelah W Amin secara amat kasar memperlakukan seorang jenderal
Inggeris yang khusus diutus ke Kampala. Dengan menuduh jenderal
itu pemabuk dan telah mengancam akan menyerbu Uganda dari Kenya,
Idi Amin kemudian mengancam untuk menangkap sejumlah orang
Inggeris yang masih ada di Uganda. "Semua warga negara Inggeris
di sini diawasi dengan ketat dengan tuduhan terlibat kegiatan
mata-mata", begitu sang Presiden berkata dua pekan silam.

Lucunya, sementara 20 ribu tentara Uganda diperintahkan bersiap
menghadapi segala kemungkinan serangan dari Kenya, Idi Amin
sendiri terbang bersama isterinya ke Zaire. Para peninjau
politik di Afrika melihat kunjungan itu sebagai bagian tak
terpisahkan dari kasus Hill si dosen Inggeris yang nampaknya
memang lancang itu. Sebagai orang yang cukup ambisius, Idi Amin
sejal lama berkeinginan untuk menduduki kursi pimpinan Persatuan
Afrika (OAU) yang secara bergilir dipilih tiap tahun. Untuk itu
maka ia bertekad menjadikan Kampala sebagai tempat konperensi
tahun ini. Sebuah gedung khusus dibangun untuk kepentingan
tersebut (sebenarnya Amin hanya melanjutkan, sebab bangunan itu
diletakkan batu pertamanya oleh Milton Obote, orang yang
disingkirkan Amin di tahun 1971) dan segala persiapan sudah pula
beres. Yang nampaknya belum beres adalah diri Amin sendiri.
Karena terlalu banyak musuh Zambia, Kenya dan beberapa negara
yang kurang simpati pada Kampala -maka beberapa pembesar tak
berhasrat muncul di negeri Amin, meskipun pertemuan tingkat
tinggi Afrika itu telah ditunda sebulan.

Walhasil, Idi Amin naik pitam. Dan seperti biasanya tindakannya
jadi aneh. Hill yang menulis buku tentang Amin buku itu belum
terbit--ditangkap oleh polisi Uganda. Alasannya: menghina sang
Presiden dengan menyebutnya "diktator kampungan". Setelah
pengadilan menjatuhkan hukuman mati, Amin tampil ke pentas, dan
London jadi kelabakan. Macam-macam permintaan Idi Amin ke alamat
London jika Inggeris berminat membebaskan Hill. Dan karena
London memang masih punya hubungan baik dengan banyak negara
Afrika, tentu saja negara-negara tetangga Uganda dimintaibantuan
untuk membujuk Amin. Justru itulah memang yang diinginkan
Presiden Uganda itu: ia ingin menarik perhatian
tetangga-tetangganya yang menyepikan rencananya menjadi tuan
rumah pertemuan tingkat tinggi Afrika.

Maka berduyun-duyunlah utusan berbagai negara Afrika datang ke
Kampala membujuk Amin agar memperpanjang usia Hill, sementara
telepon terus juga berdering dari berbagai ibu kota negara
Afrika. Amin puas dengan taktiknya, semua orang memperhatikan
aksi sensasionilnya, dan Hill bebas. Tapi apakah keinginannya
meradi pemimpin Afrika juga akan tercapai dalam waktu dekat,
sudah tentu belum bisa dijawab sekarang. Jadi-tidaknya Kampala
menjadi tuan rumah akan banyak tergantung pada diplomasi Idi
Amin yang lagi berkeliling. Dan kalau pertemuan itu akhirnya
juga berlangsung di Kampala, belum tentu pula Amin dipilih jadi
ketua. Untuk anda ketahui: lima kali berlangsung serupa di Adis
Ababa, cuma sekali memilih Kaisar Haile Selassi sebagai
ketuanya. Yang jadi soal jika nanti Amin gagal jadi ketua, ia
tentu akan muncul lagi di koran-koran dengan ulah yang
aneh-aneh. Siapa yang bakal jadi korban berikut?


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data